Lifestyle
Karena Kopi, Kafein Juga Ternyata Mengalir Dalam Darah Kita
Karena seringnya orang mengonsumsi minuman berkafein, para peneliti sampai bisa menemukan jejak kafein dalam darah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Minuman yang mengandung kafein memang disukai manusia modern seperti sekarang ini.
Tak hanya kopi, tapi juga teh, cokelat, soda, dan minuman berenergi, semuanya mengandung kafein dalam beragam takaran.
Karena seringnya orang mengonsumsi minuman berkafein, para peneliti sampai bisa menemukan jejak kafein dalam darah.
Tim peneliti dari Universitas State Oregon, Amerika Serikat, membuktikannya secara tak sengaja ketika mereka sedang meneliti tentang bagaimana obat berinteraksi berbeda dalam tubuh.
Tim peneliti menggunakan 18 batch sampel darah dari suplier biomedik yang berasal dari bank darah dalam penelitian ini.
Ternyata, seluruh sampel darah itu positif memiliki kandungan kafein. Selain itu, tim peneliti juga menemukan jejak “obat batuk” dan obat anti-kecemasan.
Memang tidak disebutkan berapa banyak kafein yang dikonsumsi oleh orang yang darahnya diambil dalam sampel ini.
Dari kacamata kontamintasi, sebenarnya kafein bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, bisa menjadi petunjuk bahwa manusia modern tak bisa lepas dari minuman berkafein.
Walau kafein tergolong aman, tetapi ada batasan konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 400 mg perhari atau sekitar empat cangkir.
Kafein merupakan stimulan sehingga bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
• Alasan Negara Ini Jadi Yang Paling Bahagia di Dunia, Warganya Konsumsi 12 Kilo Kopi Setiap Hari
• JANGAN Minum Kopi Saat Perut Kosong, Tidak Dianjurkan, Ini Yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda
• Manfaat Kopi yang Jarang Orang Ketahui, Cocok untuk Kecantikan Kulit hingga Hempaskan Mata Panda
Pada ibu hamil, konsumsi kafein dikhawatirkan bisa membuat ibu dan bayinya terjaga.
Hasil penelitian ini juga membuka mata bahwa ada kemungkinan darah yang dipakai dalam transfusi darah terkontaminasi oleh zat-zat dalam obat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com