Berita Bolmong
Ibu Kota Kabupaten Ini Disulap dari Tempat Mati Jadi Kawasan Dolar
Di tangan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, semua hal tentang Lolak berubah.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah ironi disandang Lolak.
Ibu Kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara, namun tingkat kemakmurannya rendah.
Penting sekaligus tak penting.
Ekonomi di sana berputar lambat.
Daya beli masyarakat lemah.
ASN Pemkab Bolmong enggan bermukim di sana.
Mereka lebih suka tinggal di Kotamobagu.
Di kalangan masyarakat ada anggapan yang mengasosiasikan Lolak dengan segala ketertinggalan : kalau jam tujuh malam sudah sepi, mana ada grup musik yang mau konser di sana, dll.
Satu hal yang paling berharga dari Lolak hanyalah sejarahnya.
Di tangan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, semua hal tentang Lolak berubah.
Yasti mengubah Lolak dari tempat keputusasaan menjadi tempat pengharapan.
Sebuah kawasan industri bernilai triliunan rupiah bakal dibangun di sana.
"Saya namakan kawasan industri mongondow," kata Yasti saat melantik anggota tim pora kecamatan beberapa waktu lalu.
Kawasan tersebut akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Bisa dipastikan ekonomi kawasan akan terkerek.
"Pembangunan disana akan sangat pesat," katanya.