Breaking News:

Lakalantas

Pecah Ban, Avanza Hantam Rumah dekat Karaoke Superstar, Pengemudi dalam Pengaruh Miras

Rabu (27/11/2019) pada pukul 00.55 Wita, Kendaraan Roda empat Toyota Avanza warna hitam plat nomor DB 1756 CO mengalami laka lantas (laka tunggal)

ISTIMEWA
Pengendara Avanza Tabrak Rumah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Minuman keras kembali memberikan efek negatif.

Rabu (27/11/2019) pada pukul 00.55 Wita, Kendaraan Roda empat Toyota Avanza warna hitam plat nomor DB 1756 CO mengalami laka lantas (laka tunggal).

Kendaraan itu menghantam depan rumah sebelah Karaoke Superstar.

Pengemudinya Markenny Wenur (27), warga Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan VI Kecamatan Tomohon Timur sudah dalam pengaruh alkohol.

Kepala Tim Totosik Bripka Janny Watung mengatakan, mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 01.00 Wita, bahwa telah terjadi laka lantas di depan Karaoke Superstar Walian. Totosik langsung menuju le TKP.

Firasat Korban Kecelakaan: 5 Menit Lagi Saya Meninggal, Tabrakan Motor Kawasaki dan Mobil Honda Brio

Sesampai di TKP Tim URC Totosik langsung mengamankan TKP dikarenakan masyarakat yang sudah berkumpul. Mereka segera menghubungi Unit Laka Lantas Polres Tomohon.

Menurut keterangan Markenny, ia sudah dalam pengaruh minuman beralkohol. Sebelumnya pengemudi tersebut baru selesai pesta miras di Kelurahan Paslaten Satu Kecamatan Tomohon Timur.

Ia hendak menuju ke Karaoke Super Star. Pada saat menuju karaoke Superstar kendaraan roda empat tersebut dalam posisi melaju kencang dengan kecepatan kurang lebih 100km/jam.

Ahok Pimpin Rapat dengan Dewan Komisaris Pertamina, Bahas Impor hingga Kilang Minyak

Mobil kemudian mengalami pecah ban kiri belakang di tikungan sebelum karaoke Supertar. Mobil oleng dan menghantam trotoar sebelah kanan kemudian menghantam bagian depan rumah yang berada persis di sebelah karaoke Superstar.

Sebelum terjadinya Lakalantas, saat melewati Patung Tololiu kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, serta tidak mengikuti jalur semestinya melainkan menerobos bundaran.

"Tak berselang lima menit, masyarakat melaporkan adanya kecelakaan," kata Watung.

Pengemudi kendaraan R4 tersebut masuk dalam Operasi Patuh Samrat 2019 dikarenakan pengemudi dalam keadaan mabuk saat mengemudi, menggunakan knalpot racing, dan ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraan.

Pembunuh Guru SMK Ichthus Dituntut 10 dan 7 Tahun Penjara, Keluarga Korban Tak Terima

Penulis:
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved