Kasus Pembunuhan

Terdakwa Siswa Pembunuhan Guru Agama Dituntut 10 Tahun Penjara, Keluarga Korban Mengamuk

"Jangan nangis kalian! Sudah mati kakak saya mau berulah apa lagi kalian?" teriak Katrintje Werupangkey, adik kandung mendiang Alexander.

Terdakwa Siswa Pembunuhan Guru Agama Dituntut 10 Tahun Penjara, Keluarga Korban Mengamuk
Tribunmanado.co.id / Isvara Savitri
SUASANA SIDANG - Suasana sidang kasus pembunuhan Alexander Werupangkey, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sidang pembacaan tuntutan jaksa kasus pembunuhan guru agama SMK Ichthus, Alexander Werupangkey (54) yang dilaksanakan Selasa (26/11/2019) di Ruang Sidang Sari berlangsung ricuh.

Selama persidangan pihak keluarga korban meneriaki kedua tersangka, FL (16) dan OU (17) dari luar ruangan.

"Jangan nangis kalian! Sudah mati kakak saya mau berulah apa lagi kalian?" teriak Katrintje Werupangkey, adik kandung mendiang Alexander.

Kedua tersangka terlihat terus menunduk sepanjang proses di dalam ruangan persidangan.

Bahkan keduanya sempat menangis saat dibacakan tuntutan jaksa.

Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan 10 tahun penjara bagi FL dan 7 tahun penjara bagi OU.

Istri korban, Silvia Walalangi (41) berteriak histeris saat tahu hasil tuntutan tersebut.

Keluarga korban pun berseru tidak terima.

Mereka tetap menuntut hukuman penjara seumur hidup bahkan hukuman mati sesuai dengan Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana, tanpa mempertimbangkan undang-undang perlindungan anak.

Bagi mereka kedua tersangka sudah bukan lagi anak-anak mengingat keduanya memang merencanakan pembunuhan ini.

Halaman
123
Penulis: Isvara Savitri
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved