Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hadapi Natal dan Tahun Baru: Garuda-Lion Siapkan Pesawat Khusus

Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan pesawat berbodi besar untuk rute-rute gemuk selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Wikipedia
MASKAPAI Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan pesawat berbodi besar untuk rute-rute gemuk selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, pesawat berbodi besar seperti Boeing 777 dan Airbus 330 akan beroperasi di bandara-bandara yang landasan pacunya bisa didarati tipe pesawat tersebut, seperti Bandara Kualanamu, Bandara YIA Kulonprogo dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Ahok Gagal jadi Dirut Pertamina, Malahan Diangkat jadi Komisaris, Terungkap Penyebabnya

"Untuk tambah kapasitas (angkut) antisipasi banyak lonjakan penumpang, di bandara yang bisa tampung pesawat berbadan lebar kita prioritaskan ganti pesawat dari B737 ke Airbus atau B777," kata Pikri di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (26/11).

Dia menilai, strategi ini lebih efisien dibandingkan mengajukan penambahan jumlah slot penerbangan (extra flight) ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Keuntungannya bandara jadi tak padat untuk take off landing. Kami berpikir peak season kalau extra flight bandara agak berat ngaturnya. Apalagi penambahan di jam-jam sibuk jadi bisa sebabkan delay," kata dia.

"Jadi yang benar kita go bigger saja. Sementara bandara-bandara (dengan landasan pacu) tak bisa (didarati) bigger aircraft, kemungkinan kita pakai extra flight," tambahnya.

Pikri menyebut masa angkutan Nataru 2020 akan berlangsung mulai 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 mendatang. Pada periode tersebut perusahaan berpelat merah ini menyediakan 967.771 kursi reguler dan 2.495 kursi tambahan yang berasal dari penambahan pesawat berbadan lebar, extra flight maupun charter.

"Penggunaan pesawat berbadan lebar justru lebih efektif daripada extra flight. B737 itu kan hanya 162 kursi, kalau tambah extra flight baru 324 kursi. Sedang kalau Airbus 330 itu kapasitasnya 360 kursi dan B777 itu 393 kursi," pungkasnya.

Pemerintah Keluarkan Aturan IMEI: Begini Nasib Ponsel Black Market

Pikri juga menjanjikan tak akan ada kenaikan harga tiket pesawat selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Perseroan menetapkan periode Nataru tahun ini berlangsung selama 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

"Enggak, enggak boleh ada kenaikan. Pokoknya enggak ada naik lah, enggak boleh naik. Kita beri kesempatan masyarakat Nataru lah," kata dia.

Dia mengatakan, dalam menetapkan harga tiket, Garuda Indonesia akan mengikuti tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. "Kalau ada travel agent jual di atas ketentuan kita akan kami blacklist. Kalau dia ambil keuntungan menjual di TBA akan kami blacklist," kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa harga yang tertera di tiket pesawat juga memasukkan komponen biaya layanan bandara (passenger service charge/airport tax), PPN 10 persen dan iuran asuransi. "Contoh Jakarta-Jogja (TBA) Rp848 ribu di terminal 3 (Soekarno Hatta) airport tax Rp130 ribu, PPN 10 persen, iuran asuransi Rp5 ribu jadi harga bisa 1 juta lebih," jelasnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk jeli dalam melihat rincian penerbangan yang tertera di agen perjalanan online (OTA). Belajar dari kasus saat periode lebaran tahun lalu, menurut dia, banyak OTA yang menggabungkan beberapa rute penerbangan sehingga tarifnya lebih mahal.

"Jadi tak ada kenaikan harga tiket, tapo di OTA bisa saja Cengkareng-Denpasar Rp 40juta, ternyata rute sebenarnya Cengkareng-Sydney lalu Sydney-Denpasar. Itu membuat masyarakat panik," kata dia.

Maskapai penerbangan Lion Air juga menyiapkan tambahan armada berupa AirBus 330 untuk mengatasi lonjakan penumpang. Edward Sirait, Direktur Utama Lion Air, tidak menjelaskan detail berapa jumlah tambahan armada yang disiapkan. Pihaknya hanya menyebut, kebutuhan armada akan menyesuaikan dari peningkatan reservasi atau permintaan.

"Penambahan frekuensi dapat kami lakukan dengan cepat, jika dibutuhkan. Sebab armada pesawat dan kru selalu siap, dan perizinan mudah," tutur Edward.

Dia melanjutkan, tahun ini kurang bisa memprediksi lonjakan penumpang. Namun berdasarkan pengamatannya, rata-rata periode Nataru bisa meningkatkan penumpang di atas 20%.

Secara tradisi, rute perjalanan yang menjadi favorit pada masa Nataru antara lain adalah Jakarta - Kupang, Jakarta - Manado, Jakarta - Denpasar, Jakarta - Makassar, Jakarta- Ambon, serta tujuan ke Surabaya dan Makassar. "Untuk luar negeri, rute perjalanan ke Singapura meningkat saat Nataru," ujarnya.

Gaji Honorer Manado Sesuai Upah Minimum Provinsi

 

Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER
Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER (Istimewa)

Tiket Murah

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan mengupayakan tiket pesawat yang lebih murah untuk angkutan natal dan tahun baru (nataru). Untuk itu, ia mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan PT Pertamina.

"Ada beberapa yang khusus itu satu adalah udara, udara kita akan upayakan ada tarif yang lebih terjangkau dan tarif terjangkau itu bisa dipenuhi apabila avturnya dengan harga yang lebih murah," kata Budi.

"Dan kami akan melakukan rapat dengan kementerian BUMN dengan Pertamina untuk rebalancing tentang harga," imbuhnya.Menhub Budi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kesiapan angkutan laut dan darat. Ia memberikan perhatian khusus kapal yang menuju Indonesia bagian timur.

"Ada tahun lalu ada di Ambon, ada di NTT (Nusa Tenggara Timur) kekurangan, oleh karenanya akan kita inventarisasi dan akan kita tambahkan. Darat lebih banyak berkaitan dengan safety, artinya kita akan dorong angkutan massal lebih berfungsi," katanya.

Untuk memastikan kesiapan angkutan nataru, Menhub juga akan melakukan video conference kepada stakeholder terkait."Minggu depan kita akan melakukan video conference ke seluruh Indonesia, berkaitan dengan kesiapan-kesiapan," katanya.

Beli Avtur

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar upesawat atau avtur. Jika tidak, Budi Karya mengancam akan mengundang swasta untuk menjual avtur di seluruh bandara di Indonesia supaya harganya lebih kompetitif.

Menanggapi hal itu, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah enggan berandai-andai mengenai masuknya swasta sebagai penjual avtur. Dia tak menjawab pasti apakah maskapai berpelat merah itu mau membeli avtur dari swasta.

"Avtur tanya pak Menteri saja. Jangan berandai-andai lah, kita sebagai pembeli fakta saja," kata Pikri.

Dia mengakui harga avtur memang berdampak signifikan pada penetapan harga tiket pesawat. Jika ada pemasok selain Pertamina, pihaknya masih akan mempertimbangkan untuk membeli dengan harga terbaik.

"Misalnya pak ini bakwan ada yang Rp 1.000, nanti ada bakwan yang Rp 500, tapi itu kan nanti kita lihat," ucapnya.

Dia pun berharap harga avtur dunia tak mengalami kenaikan. Apalagi dalam waktu dekat industri penerbangan akan menghadapi peak season selama periode libur Natal dan Tahun Baru. "Avtur ya kita doakan saja lah harga dunia turun itu. Kita doakan harga dunia agar tidak naik," ucapnya. (Tribun Network/ktn/ria/wly)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved