Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kandidat Capres 2024

Surya Paloh tak Sebut Prabowo, Jagokan Ridwan Kamil, Khofifah, Takut Sebut Ganjar Pranowo

Mimpi Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra langkahnya akan mudah maju di pemilihan presiden 2024

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkapan layar KompasTV
Prabowo memotong ucapan Surya saat menggelar konferensi pers usai keduanya mengadakan pertemuan, Minggu (13/10/2019). 

"Yang disebut pertama bang itu Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Nah ini baru masuk kacamata politiknya, Bang," kata M Qodari.

Lantas, M Qodari memberikan imbauan kepada Anies Baswedan.

"Memang Bung Anies harus betul-betul hati-hati karena semua aspek ini bisa dianggap sebagai bagian atau proses menuju Pilpres 2024 yang akan datang," ujar M Qodari.

M Qodari menyebut berbagai masalah dan tuduhan yang diarahkan ke Anies Baswedan bisa jadi merupakan serangan politik menuju Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi yang namanya masalah, yang namanya kontroversi, yang namanya anggap lah serangan politik kan biasanya begitu, tuh. Kalau ada kritik, ada tuduhan, ada masukan, kadang-kadang kepala daerah itu bilang ini bersifat politis, kan gitu kan," kata M Qodari.

Lebih lanjut, M Qodari mengungkap dugaan adanya motif politik yang melatarbelakangi penemuan APBD janggal DKI Jakarta.

"Jadi bisa jadi ada motif-motif politik yang kita pada hari ini belum tahu apakah itu betul atau tidak. Tapi bisa saja orang mengatakan, William juga harus siap ya dengan tuduhan begini, jadi yang bisa dituduh itu bukan cuma Anies, tapi William juga bisa dituduh," katanya.

Menjadi orang pertama yang menyoroti isu APBD janggal DKI Jakarta, William Aditya Sarana disebutnya harus siap terhadap segala tuduhan yang mungkin saja menyerang.

"Bahwa William melemparkan isu Aibon ini atau skandal (lem) Aica Aibon ini dalam tanda kutip karena belum jadi masalah korupsi ya baru indikasi di dalam anggaran ini adalah tanda kutip serangan politik," ujar M Qodari.

Lantas, M Qodari menyinggung tentang Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) yang menaungi William Aditya Sarana.

M Qodari menyinggung soal beberapa kemungkinan agenda politik PSI.

"Karena PSI entah karena punya hubungan masa lalu dengan gubernur sebelumnya atau agenda berbeda dengan Anies. Mungkin sudah menggadang-gadang calon presiden tersendiri gitu ya, entah siapa namanya, ini bisa dianggap sebagai serangan politik terhadap Anies," ucap M Qodari.(*) (TribunNewsmaker/*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved