Kasus Pembunuhan

4 Timah Panas Bersarang di Kaki Opo Kalajengking, TSK Pembunuhan di Batuputih Atas yang Sempat Buron

TSK pembunuhan RM alias Opo Kalajengkin (27) warga Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di tangkap.

4 Timah Panas Bersarang di Kaki Opo Kalajengking, TSK Pembunuhan di Batuputih Atas yang Sempat Buron
christian wayongkere/tribun manado
Opo Kalanjengkin TSK Kasus Pembunuhan di Batuputih Atas Minggu 26 Maret 2017 silam. Ditangkap tim Gabungan ‚ÄéTeam Resmob Polres Bitung, Polsek Ranowulu dan di backu oleh tim Jatanras Polresta Samarinda Kamis (21/11/2019) di Kota Samarinda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Para pelaku kejahatan kalau berani bertanggung jawab, jangan lari. Lari sampai diamanapun pasti akan ditemukan, karena setiap kejahatan meninggalkan jejak," kata Iptu Wayan Budiartha kepada Tribunmanado.co.id di Mapolres Bitung, Senin (25/11/2019).    

Ungkapan ini kata Kapolsek sebagai warning, kepada seluruh penjahat atau pun siapa saja yang coba-coba berbuat kejahatan, usai press realase pengungkatan penangkapan, tersangka (TSK) tindak pidana pembunuhan di Kelurahan Batuputih Atas, Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, Provinsi Sulut Minggu (26/3/2017).‎  

TSK pembunuhan RM alias Opo Kalajengkin (27) warga Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara berhasil di tangkap ‎setelah buron selama 2 tahun delapan bulan.‎

TONTON JUGA :

‎Tersangka dugaan tindak pidana pembunuhan, terhadap korban Rivardi Dalending (21) warga Kelurahan Batuputih Bawah Kecamatan Ranowulu akhirnya berhasil di tangkap oleh Team Resmob Polres Bitung, Polsek Ranowulu dan di backu oleh tim Jatanras Polresta Samarinda Kamis (21/11/2019).

Tim gabungan menangkap tersangka di jalan Agus Salin Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang Luar Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, tepat di bengkel Borneo Makmur Motor.

Team Resmob Satreskim Polres Bitung harus memberikan tindakan tegas terukur di kedua kaki tersangka, sebanyak empat butir peluru masing-masing dua butir di kaki kiri dan kanan.

"Ini kami ambil karena tersangka tidak koperatif, berstatus residivis atau dua kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) dan merupakan daftar pencarian orang (DPO) selama 2 tahun," tutur AKP Taufik Arifin S.Hut SIK Kasat Reskrim Polres Bitung ketika memimpin Press realase di Mapolres Bitung.‎

Pengungkapan keberadaan TSK di Kota Samarinda, lewat keterangan yang dikumpul selama 6 bulan, koordinasi dengan Jatanras Polda Kaltim, Intemob Polresta Samarinda, Jatanras Samarinda, Polsek Ranowulu dan penggunaan seragam polri milik saudaranya anggota Polri di Kaltim.

"Keberadaan TSK yang memakai pakaian polisi, bisa terlacak dalam taktik dan teknik penyidikan," tambahnya.

Dalam kasus ini pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka dari hasil penyidikan. Atas perbuatannya TSK diancam dengan hukuman pidana 15 tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved