Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Cara Mengatasi Anak yang Ketahuan Berbohong, Agar Tak Mengulanginya

Kebohongan bukanlah sikap positif, apalagi dilakukan oleh Si Kecil yang tengah berkembang dan terus belajar

Editor: Finneke Wolajan
PIXABAY.COM
Ilustrasi anak berbohong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anak mulai bisa berbohong di usia tiga tahun, tahukan Moms soal itu?

Kebohongan bukanlah sikap positif, apalagi dilakukan oleh Si Kecil yang tengah berkembang dan terus belajar.

Mengetahui Si Kecil berbohong mungkin membuat Moms merasa kecewa, bahkan marah.

Apalagi jika ia melakukannya untuk menutupi kesalahan atau untuk lepas dari tanggung jawab yang diberikan.

Tanpa sadar bisa saja Moms memarahinya dan menyinggung Si Kecil sebagai seorang 'pembohong'.

Namun hati-hati dalam menghadapi kebohongan anak, jika Moms sampai menyebutnya sebagai ‘pembohong’ dampaknya bisa fatal.

Alih-alih menimbulkan rasa menyesal dan akan menghindari berbohong, Si Kecil justru akan menganggap ‘pembohong’ sebagai identitasnya dan membuatnya lebih mudah berbohong.

Dikutip dari laman Live Strong, melabeli anak seorang pembohong, menurut psikolog asal Amerika Serikat, Phil McGraw, justru memperburuk keadaan.

Anak tak akan berbohong tanpa alasan, maka Moms perlu memahami alasan Si Kecil berbohong.

Ada beberapa alasan umum bahwa anak-anak bisa berbohong, termasuk rasa takut mendapat masalah, rasa takut ditolak, harga diri rendah, kebutuhan untuk perhatian, atau untuk berimajinasi.

Bicara Soal Seks Dengan Anak Tanpa Menghakimi

Mengenal Karakter Anak-anak Generasi Alfa yang Lekat Dengan Teknologi

Generasi Alfa, Anak-anak yang Lahir Tahun 2010-2025, Ini Kelebihan Mereka

Anak-anak juga berbohong jika merasa terjebak, sama seperti orang dewasa.

Si Kecil pun dapat panik dan terpaksa berbohong untuk menghindari konsekuensi langsung.

Tetapi tidak seperti orang dewasa, mereka mungkin tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah pilihan terbaik.

Setelah memahami mengapa Si Kecil berbohong, Moms dapat mengajarinya untuk menjauhi tindakan itu.

Misalnya, jika anak berbohong untuk mendapatkan perhatian, fokuslah untuk mengakui perilaku yang sesuai dan menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved