Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Artis dan Gubernur Puji Pidato Menteri Nadiem: Ajak Guru Lakukan Lima Langkah Kecil

Hari guru akan diperingati setiap 25 November, jatuh hati ini, Senin (25/11). Dua hari sebelumnya, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Rapat kerja tersebut beragenda perkenalan dan pemaparan program kerja Kemendikbud tahun 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hari guru akan diperingati setiap 25 November, jatuh hati ini, Senin (25/11). Dua hari sebelumnya, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim publikasikan pidato menyambut hari guru, yang diunggah melalu akun media sosial. Banyak kalangan merespons gagasan sang menteri, antara lain artis ternama Dian Sastrowardoyo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gelandang AS Roma, Nicolo Zaniolo, Jadi Rebutan Manchester United dan PSG

"Suka sekali dengan pidato yang dibuat. Sangat jelas visi dan pemahaman Nadiem tentang kondisi guru di Indonesia," tulis Dian melalui akun twitternya @therealDiSastr.

Pidato dua halaman yang diunggah di laman Kemendikbud sejak Sabtu (23/11) juga dari Ganjar Pranowo. Ganjar mengunggah teks pidato tersebut pada laman Facebook Ganjar Pranowo dan Instagram @ganjar_pranowo.

"Pidato pak Mendikbud ini 2 lembar… Isinya langsung pada persoalan. Kalau dibacakan dalam upacara pasti cepat selesai. Simak baik2 isinya! Apa komentarmu?" tulis Ganjar pada unggahan tersebut.

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim rencananya dibacakan pada peringatan Hari Guru, hari Senin ini. Namun terlebih dahulu beredar luas di masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merilis sebuah pidato milik sang Menteri, Nadiem Makarim melalui akun resmi twitter @Kemendikbud_RI, Sabtu (23/11).  Tweet tersebut menjadi viral. Kemudian tagar 'Pak Nadiem' pun menjadi trending di Twitter.

Dalam pidato yang dirilis tersebut, Nadiem Makarim menyatakan akan membuat pidato yang berbeda. "Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda," demikian bunyi rilis.

Pendiri dan mantan bos Go-Jek itu menyatakan tugas guru di Indonesia adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Nadiem menyoroti beberapa tugas sulit guru, seperti membentuk masa depan bangsa. Tugas sulit guru lainnya adalah membantu murid untuk tidak ketertinggalan di kelas.

Namun semua tugas guru tersebut dibarengi bebannya mengurusi aturan dan tugas administratif. Ditambah lagi dengan desakan kurikulum yang padat, ukuran kemampuan berkarya, hingga tidak adanya kepercayaan untuk berinovasi.

Kelakuan Ahok Dibongkar Mantan Karyawan Saat jadi Bos Tambang: Saya Diam, Kemudian Keluar

Nadiem Makarim mengajak semua guru di Indonesia dari Sabang hingga Merauke untuk melakukan perubahan kecil. Ada 5 perubahan kecil yang ia tekankan supaya dilakukan di dalam kelas. Berikut perubahan kecil yang dimaksud, yakni pertama, ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Kedua, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Ketiga, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Keempat, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Dan kelima, tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia pasti akan bergerak," kata Nadiem pada akhir pidatonya.

Berikut penggalan pidato Nadiem.

"Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini,  pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang menggalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved