Sulut Maju

Wagub Singgung Kerja 'Libur Dua Hari', SDM Sulut Jangan Sampai Kalah Bersaing

Tribun manado / Ryo Noor
Wagub Sulut Hadiri Undangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut mengundang kepala daerah se Sulut di Kantor BPK, Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upah Minumum Provinsi ditetapkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey sebesar Rp 3,3 juta.

Dengan upah tertinggi ketiga di Indonesia, Sulut akan jadi daerah migrasi pekerja dari luar daerah.

"Sumber Daya Manusia Sulut jangan sampai kalah bersaing dari pekerja di daerah luar," kata Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw kepada tribunmanado.co.id, Kamis (21/11/2019).

Wagub menyisipkan kisah seorang pekerja tugasnya jaga sekaligus bersih-bersih kebun. Satu ketika Wagub bertemu dengan pekerja tersebut

"Biasa kerja momaras (potong rumput) minta gaji UMP, katanya Pak Gubernur sudah naikkan Rp 3.3 juta," kata dia.

UMP berlaku bagi pemberi kerja yang memiliki minimal 12 pekerja.

Soal pekerja Sulut, Wagub sampai geleng-geleng kepala ketika menemui kebiasaan dinilainya buruk di level pekerja kasar.

Wagub mengatakan, seminggu itu liburnya dua hari

"Liburnya itu Minggu dan Senin, liburnya 48 jam," kata dia.

Ini kebiasaan etos kerja rendah.

Biasanya pekerja dapat upah mingguan hari Sabtu.

Minggunya kumpul-kumpul

"Sudah tahu kan kalau minggu kumpul beking apa, hari Senin pasti tidak kerja. Masuknya Selasa," ujarnya

Etos kerja semacam ini pun sudah tampak, membuat pekerja kasar di Sulut kalah bersaing.

"Pemberi kerja membawa buruh dari Jawa. Coba cek di perumahan-perumahan pekerja dari mana?" kata dia.

Buruh Jawa itu kalau kerja dari pagi berhenti jam 5 sore. Cuma minum kopi dan merokok tidak lama kerja lagi sampai malam

"Karena kejar borongan. Kalau kita libur 48 jam, biar mau paksa bersaing bagaimana," sebut Mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Kebiasaan ini harus ditinggalkan, itu baru contoh di level pekerja kasar.

Persaingan juga terjadi di sektor lain.

Jika rak berubah maka akan kalah bersaing di daerah sendiri.

Pemprov berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia, caranya lewat dunia pendidikan.

Gubernur Olly membangun sektor pariwisata dan gencar menarik investasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan tercipta sehingga jadi kesempatan bagi warga Sulut.

Ia berharap jangan sampai kesempatan ini dimanfaatkan warga daerah lain karena Sulut kalah bersaing.

(Tribunmanado.co.id/Ryo Noor)

BERITA TERPOPULER :

 BREAKING NEWS Pria di Manado Tikam Istri dan Siswa SMA Setelah Pergoki Keduanya Berciuman di Kuburan

 Tiga Pimpinan KPK Lawan Presiden Jokowi, Antasari Azhar: Harusnya Agus, Syarif, Saut tak Menggugat

 Idham Azis Abaikan ke Istana, Suruh Wakapolri ke Menhan Prabowo, Pilih Raker dengan DPR RI

TONTON JUGA :