Pencak Silat

Kurang Perhatian Pemerintah Sulut, Pencak Silat Tak Targetkan Medali di PON Papua

"Kami ini membawa nama daerah bukan pribadi, harusnya diperhatikan," ujar Ventje dengan nda tinggi.

Kurang Perhatian Pemerintah Sulut, Pencak Silat Tak Targetkan Medali di PON Papua
vendi lera/tribun manado
Kurang Perhatian Pemerintah Sulut, Pencak Silat Tak Targetkan Medali di PON Papua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kurangnya perhatian pemerintah Sulawesi Utara, terhadap atlet Pencak Silat PON Papua.

"Kami tak bisa menargetkan medali, karena kurang perhatian pemerintah Sulut," ujar Pelatih Pencak Silat Ventje Simbar, Kamis (21/11/2019).

Contohnya waktu lalu, ada atlet yang ikut Pra PON mengalami cedera, tidak ada perhatian pemerintah Sulut.

"Kami ini membawa nama daerah bukan pribadi, harusnya diperhatikan," ujar Ventje dengan nda tinggi.

Kata dia, dari cabang Pencak Silat ada enam atlet yang lolos ke PON Papua, masing-masing lima putra dan satu putri. Mereka akan turun di nomor tunggal dari 55-75 kilogram.

Hingga kini biaya makan atlet hanya Rp 20 ribu per hari. Bagaimana bisa kuat, sedangkan makan hanya satu kali.

Memang jangan dipersalahkan juga, kalau ada atlet Sulut, yang tidak mau membelah daerah, karena masalah kesejakteraan tidak diperhatikan.

Lanjut dia, kemauan atlet dalam berlatih cukup luar biasa. Namun tidak seimbang dengan kondisi dan jaminan.

Sekretaris KONI Sulut, Toni Kulit mengatakan, semua atlet yang lolos dari cabang olahraga anggarannya telah diatur dan tata oleh Pemerintah Sulawesi Utara.

"Cabor yang lolos ke PON Papua, ada 18 dengan atlet sekitar 80 orang. Mereka nantinya bakal ikut Pelatda dan Try out," ujar Toni Kulit.

Halaman
12
Penulis: Vendi Lera
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved