Magdalena Tewas di Sungai Kaiya

BREAKING NEWS: Hilang Sejak Rabu, Marvinta Ditemukan Tewas di Sungai Kaiya

Marvinta Lumiu (20), warga Kelurahan Inobonto yang hilang di Sungai Kaiya, Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ditemuka

BREAKING NEWS: Hilang Sejak Rabu, Marvinta Ditemukan Tewas di Sungai Kaiya
ISTIMEWA/BASARNAS POS KOTAMOBAGU
BREAKING NEWS : Hilang Sejak Rabu Kemarin, Marvinta Ditemukan Tim SAR Gabungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Malvinta Magdalena Lumiu (20, ditemukan meninggal oleh tim SAR gabungan, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 07.15 Wita.

Ia merupakan warga Kelurahan Inobonto yang hilang di Sungai Kaiya, Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak Rabu kemarin.

Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Rabu (20/11/2019) sekira pukul 17.00 Wita, Malvinta terseret arus kemudian hilang saat mandi di sungai tersebut bersama adiknya Vania Lumiu (21).

Upaya pencarian korban dilakukan Rabu malam dan disambung Kamis pagi.

Pencarian dilakukan oleh tim BPBD Bolmong, Basarnas Pos Kotamobagu bersama warga sekitar.

Vania Menangisi Kakaknya saat Pencarian

"Kakak kaluar kakak". Begitu jerit Vania Lumiu (12) di tepi sungai Ongkak di seputaran Jembatan Kaiya, di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Inobonto, Rabu (20/11/2019) malam.
Sang kakak Malvinta Magdalena Lumiu (20) hilang setelah terseret arus dan tenggelam di sungai tersebut. Ia sendiri turut terseret. 
Beruntung dia masih bisa ditolong warga setempat. 
Informasi yang dihimpun Tribun Manado dari BPBD Bolmong, keduanya bersama seorang warga lainnya mandi di sungai tersebut.
Malvinta dan Vania kemudian terseret arus yang muncul dari putaran air di tengah sungai itu.
"Kakak nda mati, kaluar kakak," teriaknya pilu.
Ia menangis sejadi-jadinya. Warga coba menghibur.
"Berdoa nak," ucap seorang warga.
Namun Vania sulit beralih dari nestapa. Ia terus menangis. 
Momen tenggelamnya sang kakak ia gumamkan dalam tangis tersebut.
"Dia anyor kong kita tahang mar deng kita lei taiko," kata dia berulang-ulang entah berapa kali.
Nampak jelas penyesalannya. Seperti ia menyalahkan diri sendiri.
"Kita so dapa pegang pa dia, mar dia so lome sekali," teriaknya.
Ingin sekali kakaknya selamat, dirinya sampai minta cara yang absurd.
"Ini kwa musti mama goyang salah satu anggota badan," kata dia.
Ini cara tradisional yang dipercaya jika ada warga yang hilang.
Ketika tim BPBD Bolmong bertanya baju apa yang dipakai kakaknya, ia menjawab dengan antusias.
"Dia pake baju coklat," kata dia.
Ia pun digiring warga ke rumah yang berada tak jauh dari sungai.
Namun beberapa menit kemudian Ia kembali. Sambil berlari.
"Pokoknya kita mo lia tape kaka," kata dia.
Beberapa saat kemudian ia berhasil ditenangkan dan dibawa kembali ke rumah.
Amatan Tribun, hingga pukul 19.33 Wita, tim BPBD dibantu warga melakukan pencarian.
Warga menggunakan perahu dan jaring. 
Ada pula yang berenang. Ada pula yang memakai adat.
Sejumlah saksi menyatakan sempat melihat korban hanyut.
Situasi sekitar jembatan di atas sungai itu ramai karena tengah berlangsung sweeping.
"Kami lihat tangan korban," kata seorang warga.
Pengakuan seorang anggota BPBD Bolmong, sungai itu terakhir kali menelan korban pada 
lima tahun lalu. "Korbannya kala itu adalah seorang anak," kata dia.
 

( tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

BERITA TERPOPULER :

 BREAKING NEWS Pria di Manado Tikam Istri dan Siswa SMA Setelah Pergoki Keduanya Berciuman di Kuburan

 Tiga Pimpinan KPK Lawan Presiden Jokowi, Antasari Azhar: Harusnya Agus, Syarif, Saut tak Menggugat

 Idham Azis Abaikan ke Istana, Suruh Wakapolri ke Menhan Prabowo, Pilih Raker dengan DPR RI

TONTON JUGA :

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved