Sulut Maju

Akun Tuding Gubernur dan Pangdam Backup Mafia Tanah, Gubernur Olly Ingatkan Hati-Hati Bermedsos

Istimewa
Akun Tuding Gubernur dan Pangdam Backup Mafia Tanah, Gubernur Olly Ingatkan Hati-Hati Bermedsos 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengingatkan netizen hati-hati dan bijak menggunakan media sosial.

Imbuannya kaitan sebuah akun medsos yang menfitnahnya menuding melindungi mafia tanah

"Sudah ada UU ITE, hati-hati membuat pernyataan menyinggung orang bisa terjerat UU ITE. Berhenti memberitakan hoaks jangan sampai kena masalah sendiri," kata dia.

Kodam XIII/Merdeka pun turun tangan meminta klarifikasi tudingan di medsos Gubernur dan Pangdam backup mafia tanah.

Postingan di medsos itu diunggah Michael Lule, warga Desa Sea Kabupaten Minahasa,

Adapun postinganya Michael Lule dalam akun FB Sondertenda menuliskan "Mohon di usut Pangdam Sulut dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey membeking pengusaha perampok tanah masyarakat."

"Buatlah negeri ini damai dan aman, hapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan."

Unggahan itu diposting pada tanggal 9 November 2019.

Michael Lule pun diundang di salah satu rumah kopi di Manado oleh Waka Pendam XIII/Merdeka Letkol Inf Rocky Kiroh mengklarifikasi unggahan di medsos tersebut.

Michael mengaku di hadapan Waka Pendam memposting tudingan dimaksud.

Menurutnya informasi soal itu ia peroleh dari oknum.

"Pada pertemuan itu disebutkan kasus kepemilikan tanah susah akan menang akibat lawan nya berpekara itu pengusaha besar yang dibekingi oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Pangdam XIII/Merdeka," ujar Michael.

Michael menambahkan, pada dasarnya dia berani menyebut nama Gubernur Sulut dan Pangdam itu atas pernyataan DS dimana tujuan agar masalah yang dihadapinya yang telah berlangsung lama itu dapat jalan keluar.

Atas tudingan itu ia meminta maaf atas tindakannya yang telah mencoreng nama baik Gubernur Sulut.

Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav Mohammad Jaelani menegaskan meski Gubernur Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka, namun pihaknya menyarankan kasus ini akan dilaporkan ke Polda Sulut untuk proses hukum.

"Kami berharap kasus HOAX dan fitnah mencermankan nama baik seseorang apalagi pejabat negara seperti ini tidak lagi terulang di daerah."ujar Kapendam XIII/Merdeka.

Ia menghimbau agar warga Sulut meneliti satu informasi sebelum disebarkan khususnya yang menyangkut simbol lembaga negara. (ryo)

BERITA TERPOPULER :

 BREAKING NEWS Pria di Manado Tikam Istri dan Siswa SMA Setelah Pergoki Keduanya Berciuman di Kuburan

 Tiga Pimpinan KPK Lawan Presiden Jokowi, Antasari Azhar: Harusnya Agus, Syarif, Saut tak Menggugat

 Idham Azis Abaikan ke Istana, Suruh Wakapolri ke Menhan Prabowo, Pilih Raker dengan DPR RI

TONTON JUGA :