Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Pengobatan Alternatif Kerokan Cukup Populer di Indonesia, Begini Kata Menteri Kesehatan dr Terawan

“Kalau yang lain menjual apa seperti terapi bekam dan kita jual kerokan,” ucap Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto.

Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Menteri Kesehatan Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto 

1. Memperlebar Pembuluh Darah

Dengan kerokan, pembuluh darah yang tadinya menyempit kini melebar, terutama di bagian punggung yang pembuluh darahnya kulitnya paling panjang dan menyebar.

Saat tubuh dikerok, pembuluh kapiler yang ada di permukaan kulit akan pecah.

Ini membuat pembuluh darah di sekitarnya jadi melebar.

Melebarnya pembuluh darah tadi ditandai dengan membesarnya diameter vaskuler dan adanya perpindahan sel darah putih.

2. Menghasilkan Endorfin

Mengapa kulit yang dikerok bisa jadi merah-merah?

Ternyata ini terjadi karena penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah sudah kembali lancar seperti semula.

Saat dikerok, uang koin ditekan ke kulit dan menyebabkan adanya pemaparan jaringan endotel yang merangsang tubuh untuk menghasilkan endorfin.

Nah, endorfin yang dilepaskan tubuh inilah yang membuat tubuh jadi lebih segar setelah dikerok.

3. Efek Buruk Kerokan

Namun, kerokan ini memiliki efek buruk, teman-teman. Karena bisa membuat ketagihan dan selalu ingin dikerok ketika kita masuk angin.

Padahal bila terlalu sering kerokan, bisa mengakibatkan kulit iritasi, mudah terserang virus dan bakteri.(*)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TAUTANAWALTRIBUNNEWSWIKI.COM

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved