Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Ahok

Ahok Bermasalah jadi Pimpinan BUMN, Pengamat Minta Djarot Hidayat Dipilih: Ini Masalah Etika

Analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai pemilihan Ahok ini juga terdapat unsur politis di dalamnya.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Tribunnews
Ahok-Djarot 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mempermasalahkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menjadi pimpinan BUMN.

Siti menilai, sosok Ahok masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.

"Secara tidak langsung Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) melakukan tasting the water ya, ketika disebutkan namanya Pak Ahok, langsung ada reaksi yang luar biasa baik dari media mainstream maupun media online maupun sosial media ya," ujar Siti.

Ia juga menyebut, pihaknya pernah mewanti-wanti Presiden Joko Widodo sebelum pelantikan kabinet untuk tidak memilih sosok yang dianggap dapat menjadi keributan di masyarakat.

"Padahal sejak awal bahkan sebelum pelantikan kabinet mohon untuk tidak merekrut siapapun yang bisa menjadi kontroversi maupun perdebatan di tengah masyarakat," tuturnya.

Siti Zuhro (kiri) dan Djarot Syaiful Hidayat (kanan) saat terlibat pembahasan tentang Ahok di lingkungan BUMN
Siti Zuhro (kiri) dan Djarot Syaiful Hidayat (kanan) saat terlibat pembahasan tentang Ahok di lingkungan BUMN ((YouTube KOMPASTV))

Hal ini dimaksudkan agar dapat mendukung kinerja Jokowi selama lima tahun ke depan.

"Karena janjinya Pak Jokowi itu luar biasa, bagaimana visi ke depannya tentang lima hal yang penting itu kan, dan itu harusnya dilakukan dengan smooth," papar Siti.

"Tanpa harus ada energi lebih untuk menjelaskan kembali, karena salah pilih kabinet," imbuhnya.

Rizal Ramli Tak Setuju Ahok Jadi Bos BUMN, Alasannya Track Record dan Karier Begini

Menurutnya Jokowi lebih baik menghindari hal tersebut agar memenuhi tujuannya di 2024.

"Untuk itu pemilihan pejabat publik itu harus super teliti, super akurat," ujar Siti.

Hal tersebut dilakukan supaya tidak menimbulkan percekcokan di tengah masyarakat.

Ia juga menyatakan ketidakharmonisan dalam masyarakat pun masih berlangsung hingga kini.

"Disharmoni dalam masyarakat itu bukan selesai, tidak. Kita tidak boleh menutup mata untuk itu, dan oleh karena itu kenapa ada Pak Prabowo masuk itu dan sebagainya itu relatif cooling down,"

"Tapi tidak down banget, cooling downnya belum dalam arti sejatinya, jadi mungkin diantara elit oke, ada satu kesesuaian paham, tapi di tataran akar rumput ini masih tidak," lanjutnya.

Siti juga menilai pemilihan Ahok ini juga terdapat unsur politis di dalamnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved