Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Debat Anies Berubah Jadi Ahok, Djarot dan Taufiqurrahman Sengit, Karni Ilyas: Menyimpang dari Topik

Djarot mengatakan dirinya ingin memberikan penjelasan pada Taufiqurrahman soal kasus Sumber Waras

Editor: Finneke Wolajan
Capture YouTube/Indonesia Lawyers Club
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufiqurrahman saat jadi narasumber di ILC. 

"Tunggu dulu, kita diskusi tentang Anies, bukan tentang Ahok," tegas Karni Ilyas.

Djarot tampak berdalih soal debat yang dilakukannya dengan Taufiqurrahman.

"Bukan begitu, ini kebijakan Pak, karena Jakarta butuh percepatan," ungkap Djarot.

"Pak, untuk tujuan yang baik, membangun Simpang Susun Semanggi, mengurai kemacetan, itu tujuannya baik tapi harus dilakukan dengan cara-cara yang baik," kata Taufiqurrahman.

"Silakan diuji apakah cara itu baik atau tidak, tapi yang menikmati rakyat Jakarta," jawab Djarot.

Hingga akhirnya, Taufiqurrahman dan Djarot Saiful mengakhiri debat mereka soal permasalahan yang dulu pernah terjadi di era Ahok.

"Seandainya ini kita diskusikan, kita harus mulai dari jam 7 lagi Pak," sindir Karni Ilyas.

"Oh iya iya," jawab Djarot.

"Siap bang Karni," pungkas Taufiqurrahman.

Lihat videonya mulai menit 18:40:

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, polemik pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sempat ramai diperbincangkan pada tahun 2016.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dilakukan Pemprov DKI dinilai tidak melewati proses pengadaan memadai.

Menanggapi itu, pihak RS Sumber Waras akhirnya memberikan penjelasan pada Sabtu (16/4/2016).

Direktur Utama RS Sumber Waras, Abraham Tedjanegara, mengatakan, proses jual beli mulai dilakukan pada pertengahan Mei 2014.

Ketika itu, pihak RS Sumber Waras melihat bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberitakan telah membeli lahan RS Sumber Waras senilai Rp 1,7 triliun.

Padahal, menurut Abraham, pihak RS Sumber Waras tidak pernah menawarkan lahan mereka kepada Pemprov DKI.

Sebab, sejak November 2013, RS Sumber Waras tengah melakukan pengikatan jual beli dengan PT Ciputra Karya Utama (CKU).

Artikel ini tayang di TribunWow

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved