Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Bahas Polemik APBD DKI Jakarta 2020 di ILC, Djarot Saiful Hidayat Debat Seru Dengan Taufiqurrahman

Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufiqurrahman

Capture YouTube/Indonesia Lawyers Club
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufiqurrahman saat jadi narasumber di ILC. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tayangan program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tvOne, Selasa (12/11/2019), Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufiqurrahman.

Perdebatan tersebut terjadi saat membahas soal polemik APBD DKI Jakarta 2020 pada program ILC.

Berawal dari Djarot Saiful Hidayat yang menyinggung soal permasalahan yang pernah terjadi di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yakni kasus Sumber Waras.

Djarot mengatakan dirinya ingin memberikan penjelasan pada Taufiqurrahman soal kasus Sumber Waras.

"Saya bukan membela Pak Ahok, saya ingin memberikan penjelasan kepada Bang Taufiqurrahman tentang kasus Sumber Waras," kata Djarot seperti dikutip TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (13/11/2019).

"Itu temuan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), karena waktu itu saya melihat ada kepentingan subyektif di situ. Dan itu kalau menurut saya keliru, bisa dipertanggungjawabkan."

"Sedangkan untuk kasus Cengkareng, kami, saya dengan Pak Ahok tidak memerintahkan membeli lahan itu tapi hanya Pergub tentang penetapan lahan itu untuk digunakan sebagai rusunawa," imbuh dia.

Mendengar pernyataan itu, Taufiqurrahman memberikan penjelasannya.

"Itu kalau enggak ditandatangan duitnya sama kepala daerah enggak bakal cair itu Pak," kata Taufiqurrahman.

"Yang mana ?" tanya Djarot.

"Ya dua-duanya. Mau lahan Cengkareng mau lahan Sumber Waras," jawab Taufiqurrahman.

Lantas, Djarot mengatakan ada oknum yang bermain dalam kasus Sumber Waras.

"Iya, tetapi kalau untuk Sumber Waras itu bisa diadu kita. Kita bisa diharapkan kepada BPK siapa yang salah siapa yang benar. Cengkareng juga diselidiki saja. Karena ada oknum juga yang bermain di situ," Beber Djarot.

Djarot juga menjelaskan dana yang dulu digunakan untuk pembelian lahan tersebut.

"Sedangkan yang dimaksud kenapa ada o-budgeting, ini sebenarnya bukan o-budgeting sebetulnya, ini adalah dana kompensasi KLB untuk membangun," ungkap Djarot.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved