News
Terlibat Cinta Terlarang, Seorang Dosen Mutilasi Mahasiswa Cantik, Selingkuh Selama 3 Tahun
Seorang Dosen memutilasi anak didiknya yang adalah kekasihnya, berselingkuh selama 3 tahun.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Diduga terlibat hubungan asmara terlarang, seorang dosen memutilasi mahasiswinya yang adalah kekasih gelapnya selama tiga tahun.
Diduga karena mabuk, sang dosen membunuh mahasiswinya itu dengan cara memutilasi.
Padahal dosen pemutilasi tersebut dikenal sebagai sosok yang menjadi panutan banyak orang.
Sedangkan, korbannya adalah seorang mahasiswi yang teladan di mata teman-temannya.
Seperti yang dikutip dari TribunBatam.id, Seorang profesor sejarah terkenal di Rusia terlibat cinta terlarang dan akhirnya memutilasi sang kekasih.
Profesor bernama Oleg Sokolov jatuh ke sungai setelah dalam keadaan mabuk berusaha membuang potongan tubuh yang dia mutilasi, demikian laporan media lokal.
Setelah menemukan Sokolov, polisi akhirnya menemukan potongan jenazah Anastasia Yeshchenko (24) di kediaman sang kekasih di St Petersburg.
Dilaporkan BBC Minggu (10/11/2019), Sokolov merupakan pakar mendiang Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte yang pernah mendapat Légion d'Honneur.
"Dia mengakui kejahatannya," ujar pengacaranya, Alexander Pochuyev kepada AFP.
Dia menambahkan kliennya itu menyesal dan siap bekerja sama dengan polisi.
Kepada penyidik, Sokolov mengungkapkan dia membunuh sang kekasih dalam sebuah argumen, dan kemudian memutilasi kepala, tangan, dan leher.
Dikatakan bahwa setelah dia membuang seluruh potongan jenazah Yeshchenko, dia berniat bunuh diri dengan berdandan ala Napoleon.
Pochuyev melanjutkan, kliennya yang saat ini tengah mendapat perawatan karena mengalami hipotermia, kemungkinan terserang stres.
• Pembunuhan di Minahasa, Pengamat Hukum: Bisa Jadi Tewas Sebelum Gantung Diri
Siapa Korban Sokolov?
Yeshchenko dilaporkan pindah ke St Petersburg dari Region Krasnodar di selatan Rusia, dan menjadi mahasiswi pascasarjana ketika dia tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-mutilasi-seorang-dosen-memutilasi-mahasiswa.jpg)