Berita Religi
Umat Katolik Sulawesi Akan Rayakan 100 Tahun Prefektur Apostolik Celebes
Sampai akhir 1800-an, umat Katolik di Indonesia dilayani imam-imam Jesuit (SJ) yang berpusat di Batavia.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sampai akhir 1800-an, umat Katolik di Indonesia dilayani imam-imam Jesuit (SJ) yang berpusat di Batavia, yang pada waktu itu sudah menjadi pusat pelayanan untuk Vicariat Batavia.
"Begitulah, umat Katolik, di Manado yang bertumbuh kembali sejak baptisan Johanes de Vries, Sj (1868) menjadi bagian dari Vicariat Batavia," kata Untuk itu, Superior Daerah ( Supda) MSC Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) Pastor Stephanus Berty Tijow mulai memberi keterangan perayaan 100 tahun Prefektur Apostolik Celebes.
Ia mengatakan pada awal abad ke-20, terjadi perkembangan pesat dalam sejarah Gereja Katolik.
Sejumlah daaerah dilepaskan dari wilayah pelayanan para Jesuit dan diserahkan kepada tarekat lain dengan membentuknya menjadi Prefektur baru.
Demikianlah 1902, Paus Leo XIII mendirikan Perfektur Baru di wilayah Maluku dan sekitarnya dan menyerahkan pelayanan kepada para Misionaris Hati Kudus (MSC).
Pada akhir 1919, Paus Benediktus XV mendirikan Prefektur baru untuk wilayah Pulau Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya dengan membentuk Prefektur Celebes pada tanggal 19 November 1919 dan mempercayakan pelayannya kepada para Misionaris Hati Kudus (MSC)
Dengan demikian, bagi Umat Katolik di pulau Sulawesi ini, tanggal 19 November 1919, adalah peristiwa penting bagi Umat Katolik yang sekarang telah menjadi Keuskupan Manado dan Keuskupan Agung Makassar.
Dapat dikatakan momentum ini adalah momentum lahirnya cikal bakal Keuskupan Manado dan Keuskupan Agung Makassar, dan dengan momentum ini pulalah dimulai masa pelayanan dan pengabdian para Misionaris Hati Kudus (MSC) melanjutkan karya pelayanan para Jesuit (SJ).
Ia mengatakan penyelenggarakan “Misa Syukur 100 Tahun Prefektur Celebes” bertujuan mensyukuri penyertaan Tuhan yang menumbuhkembangkan imam Katolik secara nyata dan terus menerus. Setelah baptisan P Johanes de Vries, SJ (1868), telah nyatalah perkembangan jumlah umat yang signifikan dan menuntut pelayanan yang lebih baik (kualititif dan kuantitatif) sehingga setelah kurang lebih 50 tahun, umat telah berkembang dan memadai untuk memulai suatu komunitas baru atau wilayah pelayan baru yang terlepas dari Batavia sebagai pusat pelayanan.
"Kiranya Tuhanlah yang menyelenggarakan semuanya itu, dan pantas kita bersyukur atas penyelenggaraan Tuhan.
," katanya.
Ia menuturkan penyelenggaraan yang menunbuhkembangkan imam umat terus berlanjut dan berbuah. Kurang kebih 100 tahun setelah didirikan, Gereja katolik di pulau Sulawesi ini sudah berkembang menjadi Keuskupan Manado, dengan 67 Paroki dan Keuskupan Agung Makassar dengan 46 Paroki.
Kemudian mereka akan menghidupkan kembali api dan semangat misioner dalam diri umat di masa kini.
"Kita menyadari bahwa karya di Pulau Sulawesi ini, sebagaimana telah dilahirkan dan dibesarkan oleh para misionaris Serikat Jesus (SJ) dan diserahalihkan/dilanjutkan oleh para Misionaris Hati Kudus Jesus (MSC), boleh kita nkmati hasil-hasilnya saat ini adalah karena jiwa dan semangat misioner para perintis dan pendahulu.
"Kita pantas untuk menggali, memahami dan menanamkan kembali kepada anak-anak muda zaman ini api dan semnagt misioner itu, agar gereja dan anggotanya tetap berjiwa dan bersemangat misioner dalam menghadapi dan menjalani kehidupan di zaman milenial ini," katanya
Ia mengatakan Misa dan Sajian Seni akan menandai ungkapan syukur Perayaan 100 Tahun Prefektur Apostolik Celebes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ibadah-agung-di-gereja-katolik.jpg)