Berita Sulut

Eks Napi Koruptor Dilarang Ikut Pilkada 2020, Ini Penjelasan Ketua KPU

PU RI pasang badan. Figur berstatus eks napi koruptor tetap dilarang ikut Pilkada serentak 2020

Eks Napi Koruptor Dilarang Ikut Pilkada 2020, Ini Penjelasan Ketua KPU
Tribun manado / Ryo Noor
Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh 

Eks Napi Koruptor Dilarang Ikut Pilkada 2020, Ini Penjelasan Ketua KPU

TRIBUNMANADO.CO.ID - KPU RI pasang badan. Figur berstatus eks napi koruptor tetap dilarang ikut Pilkada serentak 2020.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, aturan tersebut akan dituangkan lewat peraturan KPU (PKPU). Sikap itu kembali membuka 'luka' lama, ketika KPU melarang eks koruptor ikut Pemilu 2019, meski aturan itu akhirnya kandas.

Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan, pihaknya sebatas implementator aturan.

"Kami menunggu aturan PKPU-nya," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Selasa (12/11/2019).

PDIP Sulut Kirim Nama Calon Kandidat Pilkada 2020 ke DPP, Kader Prioritas

Ternyata Bukan Anies, Surya Paloh Maju di Pilpres 2024, 4 Syarat NasDem di Pilkada 2020

Aturan larangan eks koruptor dituangkan di PKPU itu bukan barang baru. Ketika Pemilu 2019 lalu, KPU mengatur soal larangan itu meski di UU Pemilu tak diatur demikian.

Aturan larangan akhirnya kandas ketika digugat ke Bawaslu. Para eks koruptor akhirnya bisa tetap nyaleg.

Kenly Poluan, Anggota Bawaslu Sulut mengatakan, soal larangan tersebut akan dilihat di PKPU nanti, apa akan diatur atau tidak

"Kalau Bawaslu Sulut tentu menunggu dari Bawaslu RI soal sikap nanti," kata dia.

Jika sikapnya masih seperti lalu ketika Pemilu 2019, maka dinilai aturan PKPU soal larangan eks korutor dianggap itu tak sesuai dengan UU Pemilu.

Ngeri, Warga Kaget Lihat Kepala Terpisah dari Tubuh Setelah Duel Maut Antara Paman dan Ponakan

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved