Forum Diskusi Pluralisme, Jadikan Pemuda Sebagai Agen Kerukunan

Forum Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kota Tomohon, Sulawesi Utara kembali melaksanakan kegiatan bertajuk Forum Diskusi Pluralisme.

Penulis: Reporter Online | Editor: Maickel_Karundeng
Istimewa
Forum Diskusi Pluralisme, Jadikan Pemuda Sebagai Agen Kerukunan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk kali kedua, Forum Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kota Tomohon, Sulawesi Utara kembali melaksanakan kegiatan bertajuk Forum Diskusi Pluralisme.

Informasi ini diterima Tribun Manado dari Sekretaris Pelita Christo Senduk, Senin (4/11/2019).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan pemuda lintas iman yang ada di Kota Tomohon dilaksanakan 1 hingga 2 November 2019, di Tasik Ria Resort, Mokupa, dan dibuka langsung Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Harold V Lolowang mewakili Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Di forum ini, para pemuda-pemudi memperdalam soal kerukunan dan keberagaman dari perspektif setiap agama yang ada di Kota Tomohon.

Tiga tokoh agama, yakni Pendeta Joy Palilingan dari unsur agama Kristen Protestan, Hanny Pangemanan dari unsur agama Katolik dan Rusli Umar dari unsur agama Islam, tampil membawakan materi tentang keberagaman dari pandangan agama masing-masing.

Sekkot Lolowang saat membawakan materi pun memaparkan soal perkembangan agama di Indonesia. Lolowang yang sempat mengenyam pendidikan teologi ini pun turut menjelaskan soal bentuk-bentuk toleransi dari setiap agama, hingga persamaan soal ajaran hidup rukun antarsesama manusia dari sejumlah agama.

Selain menerima ilmu soal kerukunan dan keberagaman, para peserta pun dibekali soal cara bekerjasama serta ,membangun keakraban melalui kegiatan Outbond dan Fun Games.

Ketua Forum Pelita Kota Tomohon Toar Pangkey mengatakan, kegiatan Forum Diskusi Pluralisme ini merupakan upaya untuk terus mempertahankan kerukunan yang memang sudah ada sejak dahulu di Kota Tomohon.

Menurut Toar, jika kerukunan tidak terjaga, kemegahan suatu daerah yang dibangun selama bertahun-tahun bisa hancur dalam waktu yang singkat.

“Sehingga melalui kegiatan ini, kami harapkan semangat untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di Kota Tomohon bisa digelorakan oleh para generasi milenial,” ujar mantan Ketua Pemuda Sinode GMIM ini.

Selain itu, kata Toar, para peserta Forum Diskusi Pluralisme ini bisa menjadi penular virus kerukunan tak hanya di Kota Tomohon melainkan di Sulawesi Utara dan bahkan di Indonesia.

“Kegiatan ini akan terus kami laksanakan dengan satu tujuan, yakni akan lebih banyak lagi generasi muda yang menjadi agen-agen kerukunan,” katanya.

Forum Pelita Kota Tomohon lahir pada tahun 2017 lalu, yang didasari pada kekhawatiran akan maraknya aksi-aksi terorisme dan munculnya paham-paham radikalisme yang berniat untuk mengganti ideologi, hingga akhirnya mengancam keutuhan bangsa.

Sehingga, dilakukanlah dialog awal yang melibatkan para pimpinan Pemuda Lintas Agama yang ada di Kota Tomohon yang digelar di kantor DPRD Kota Tomohon.

Dari situlah kemudian pimpinan Pemuda GMIM, Pemuda Katolik, Pemuda Muslim dan Pemuda Hindu menyepakati dibentuknya Forum Pemuda Lintas Agama Kota Tomohon yang didukung penuh oleh Wali Kota Tomohon, Ketua DPRD Tomohon saat itu, serta unsur Forkopimda.

Hingga tahun 2019 ini, Forum Pemuda Lintas Agama yang diketuai Toar Pangkey sudah melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkembangkan semangat kerukunan kepada para generasi muda di Kota Tomohon.

 Prabowo-Puan Lawan Kubu Anies: Gerindra-PDIP Makin Lengket

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved