Berita Internasional
Hendak Berangkat ke Sekolah, 9 Anak Tewas Terkena Ledakan Ranjau
Sedikitnya 9 (sembilan) anak tewak terkena ledakan ranjau di Afghanistan. Ledakan itu terjadi saat sejumlah anak ini akan berangkat ke sekolah
Oktober kemarin, PBB merilis laporan terkait jumlah warga sipil yang terbunuh atau terluka di Afghanistan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" sepanjang Juli hingga September 2019.
Tercatat 1.174 korban tewas dan 3.139 penduduk yang terluka dalam periode 1 Juli sampai 30 September.
Naik 42 persen dibanding sebelumnya.
PBB menyatakan, jumlah itu terjadi karena adanya "elemen anti-pemerintah" seperti Taliban, yang memberi perlawanan selama 18 tahun terakhir.
Kelompok pemberontak itu sering menggunakan bom hingga ranjau untuk menyasar tentara Afghanistan.
• Polisi Selidiki Uang Kiriman Rp 250 Juta dari Afghanistan ke Indonesia
Namun senjata itu juga melukai warga sipil.
April lalu, misalnya.
Tujuh anak tewas dan 10 lainnya terluka di Provinsi Laghman ketika mortar meledak tatkala mereka sedang bermain.
Konflik bertahun-tahun membuat Afghanistan dipenuhi ranjau, roket, maupun mortar, di mana semuanya ditemukan oleh anak-anak yang penasaran.
• Oknum Polisi yang Viral Memberhentikan Ambulans Dinonaktifkan dari Satlantas
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Anak Tewas di Afghanistan Terkena Ledakan Ranjau Saat Berangkat ke Sekolah"