Naik 100 Persen Iuran BPJS Kesehatan, Intip Syarat dan Cara Turun Kelas Bagi Peserta Mandiri

Berbagai protes masyarakat terkait kenaikan iuran BPJS tak hanya dari mulut ke mulut. Melainkan juga ramai di media sosial.

Naik 100 Persen Iuran BPJS Kesehatan, Intip Syarat dan Cara Turun Kelas Bagi Peserta Mandiri
Istimewa
BPJS KESEHATAN 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terhitung mulai 1 Januari 2020, Pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen.

Berbagai protes masyarakat terkait kenaikan iuran BPJS tak hanya dari mulut ke mulut. Melainkan juga ramai di media sosial.

Pada Kamis (31/10/2019) di media sosial Twitter sempat ramai pembahasan tagar #BPJSMenyengsarakan.

Informasi kenaikan itu resmi diberlakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres itu juga membahas besaran iuran dengan kenaikan 100 persen ini berlaku bagi peserta mandiri atau Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Sesuai Pasal 34, besaran iuran yang harus dibayarkan yakni Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III.

Dengan besaran angka tersebut, sebagian masyarakat mengeluh tidak mampu.

Melansir Kompas.com berjudul "Iuran BPJS Naik, Ini Cara Turun Kelas bagi Peserta Mandiri", bagi peserta BPU/mandiri yang merasa keberatan bisa mengajukan turun kelas perawatan.

Perbedaan masing-masing kelas hanyalah ruang perawatan dan ruang inap di rumah sakit.

Selebihnya, untuk pasien rawat jalan pelayanan untuk kelas I, II dan III mendapatkan fasilitas yang sama.

Halaman
123
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved