News

Ima Mahdiah, Mantan Ajudan Ahok Menawarkan Diri Bantu Anies Baswedan Sisir Usulan Anggaran KUA-PPAS

Meski demikian, ia mengaku, sampai saat ini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu belum memberi jawaban atas tawaran yang diajukannya itu

Ima Mahdiah, Mantan Ajudan Ahok Menawarkan Diri Bantu Anies Baswedan Sisir Usulan Anggaran KUA-PPAS
ISTIMEWA/INSTAGRAM/ima.mahdiah
Ima Mahdiah Caleg DPRD DKI Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ima Mahdiah sempat menawarkan diri membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyisir anggaran.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah mengaku, pihaknya sempat menawarkan diri membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyisir anggaran yang diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Pasalnya, pengawasan yang ketat harus dilakukan dalam penyusunan anggaran untuk menghindari adanya penggelembungan dana.

"Kemarin kita (Fraksi PDI) menawarkan ke pak Anies kalau memang TGUPP enggak bisa menyisir, kami bantu untuk itu," ucapnya, Kamis (31/10/2019).

Meski demikian, ia mengaku, sampai saat ini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu belum memberi jawaban atas tawaran yang diajukan Fraksi PDIP itu.

"Belum, belum ada jawaban," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, usulan anggaran yang diajukan Pemprov DKI dalam draf rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) mendapat sorotan dari banyak pihak.

Pemeran Rio, Dylan Carr Pemain Sinetron Anak Langit Alami Kecelakaan

PERINGATAN Dini BMKG Hari Ini Jumat 1 November 2019, Gelombang Tinggi, Angin Kencang dan Hujan Petir

Alfin Lestaluhu Pemain Timnas U-16 Indonesia Meninggal Dunia

Gubernur Anies pun menyebut, banyaknya angka-angka aneh dalam usulan anggaran ini lantaran ketidakmampuan sistem e-Budgeting dalam melakukan verifikasi secara otomatis.

Menurutnya, meski telah berbasis digital, namun sistem penganggaran yang digunakan Pemprov DKI masih memiliki banyak kelemahan.

"Ini ada problem siatem, yaitu sistem digital tetapi tidak smart. Kalau smart system, dia bisa melakukan pengecekan dan verifikasi," ucapnya, Rabu (30/10/2019).

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved