Semangat Jetno, Patut Dijadikan Teladan

Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah kewajiban seluruh penduduk Indonesia

Semangat Jetno, Patut Dijadikan Teladan
istimewa
Semangat Jetno, Patut Dijadikan Teladan 

TRIBUNMANADO.CO.ID,Tutuyan – Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah kewajiban seluruh penduduk Indonesia.

Selain kewajiban untuk tergabung ke dalam program tersebut, peserta juga selalu diingatkan untuk rutin dalam membayar iuran setiap bulannya agar hak sebagai peserta dapat terjamin .

Adalah Jetno ( 41) seorang petani di Dusun IV Desa Dodap Kecamatan Tutuyan  Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang merupakan peserta JKN-KIS segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak perawatan kelas 3. Sejak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, Jetno tidak pernah lupa membayar iuran setiap bulannya walaupun dirinya hanya petani yang  penghasilannya perbulannya tidak menentu, tapi ia dan istrinya berkomitmen untuk selalu membayar iuran secara rutin setiap tanpa menunggak.

Pada saat ditemui, Jetno berbagi pengalamannya dan komitmen ia beserta istrinya untuk tidak menunggak iuran JKN-KIS setiap bulannya.

“Saya, istri dan dua orang anak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di kelas tiga sehingga harus membayar  iuran setiap bulannya sebesar Rp. 25.500, kalau berempat berarti totalnya Rp. 102.000. Dari jumlah Iuran yang harus dibayarkan tiap bulannya Jetno dan Isterinya tidak menjadikan beban yang harus dikeluarkan tiap bulannya tetapi menjadikan iuran JKN-KIS sebagai kewajiban atau pengeluaran rutin setiap bulan sebelum tanggal 10,“ jelas Jetno.

Membayar iuran setiap bulan sebelum tanggal sepuluh merupakan kewajiban peserta JKN-KIS agar kepesertaannya selalu aktif dan bisa digunakan jikalau kita sakit. Oleh karenanya jangan menunggu sakit lalu iuran dibayar, justru hal tersebut akan mempersulit peserta untuk berobat karena kartu tidak aktif. Belum lagi ada resiko harus bayar denda pelayanan kesehatan jika ternyata harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Jetno juga menambahkan, bahwa dirinya merasa takut kalau iurannya menunggak, seperti pengalaman jetno melihat tetangganya yang sakit dan kartunya tidak aktif karena menunggak. 

Semangat seorang Jetno patut dijadikan teladan bagi peserta JKN-KIS lainnya, karena walaupun hidupnya sederhana namun ia tetap berkomitmen untuk bisa terus memenuhi kewajibannya membayar iuran. Tentu saja iuran yang dibayarkan setiap bulannya dapat menjadi penolong bagi peserta JKN-KIS lainnya yang membutuhkan biaya pengobatan, karena pada prinsipnya gotong royong untuk memajukan program JKN-KIS ini adalah dimana yang sehat membantu yang sakit.(ap/vg)

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved