Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kotamobagu Punya Pekerjaan Rumah Selesaikan Masalah Stunting 

Kotamobagu, Sulawesi Utara masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan permasalahan stunting.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Maickel Karundeng
alpen martinus/tribun manado
Kotamobagu Punya Pekerjaan Rumah Selesaikan Masalah Stunting  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kotamobagu, Sulawesi Utara masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan permasalahan stunting.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kotamobagu, tahun 2019 ditemukan 9 orang dengan stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan pendek atau kerdil dari standar usianya, termasuk kerdil otak.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Dinas Kesehatan Kotamobagu melakukan pembagian susu, sasarannya balita kurang gizi atau gizi buruk dalam keluarga yang kurang mampu.

Anak dengan stunting tersebut tersebar di beberapa daerah di antaranya Tabang, Bungko, dan Poyowa.

Untuk itu, agar cepat diketahui dan segera diketahui gejala stunting, ibu hamil harus rajin periksakan kesehatan kandungan di puskesmas.

Dan ibu yang miliki anak balita, harus rajin posyandu, supaya bisa diberikan keterangan tentang kondisi anak, khususnya bisa diketahui perkembangan tumbuh kembang anak.

"Kami juga lakukan sosialisasi kepada ibu hamil dan kader Posyandu," kata Aryani Potabuga Kasi kesehatan meluarga dan gizi masyarakat, Dinkes Kotamobagu, Rabu (30/10/2019).

Ia menjelaskan, penanganan penting sekali dalam seribu hari."Harus diperhatikan konsumsi manakan yang dianjutkan, makanan yang bergizi," jelas dia.

Inti pemicu stunting berkaitan dengan pola asuh anak. Saat ini, Dinkes juga rutin satu tahun dua kali untik pemberian susu, sirup karbion, vitamin A, biskuit.

"Diberikan bertahap, supaya bisa dilihat perkembangan, setelah diberikan bantuan tersebut," ujarnya.

Tahun 2019 ini, Dinkes mendapatkan Rp 162,5 juta dari DAK untuk vitamin dan antroprometri kit.

Sementara itu, Ahmad Yani Kadis Kesehatan Kotamobagu mengatakan, bahwa mereka sementara melakukan pemutahiran data, agar tidak terjadi tumpamg tindih daya.Sebab stunting merupakan persoalan nasional yang harus diselesaikan bersama.

"Kamis belum lama ini, kami rapat dengan Bappenas, Kemendagri, Kemenkes, dan provinsi dalam penanganan stunting, sebab itu dialokasikan anggarannya dalam DAK 2020," jelasnya.

Memanh untuk lokus bukan di Kotamobagu, tapi Kotamobagu masih menunggu petunjuk.(amg)

BERITA TERPOPULER :

 Gibran Maju Pilwako Solo, Nama Jokowi Tercoreng, Pengamat: Soeharto 32 Tahun Nggak Kayak Gitu

 BREAKING NEWS : Staf Satpol PP Provinsi Sulut Ditemukan Tewas, Ada Luka Sayatan di Leher

 Pengamat Ungkap Prabowo Awalnya Ditawarkan Jokowi Jadi Menko Polhukam: Tapi Prabowo Gak Mau

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved