Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kotamobagu

Ibu-ibu PKK Diajar soal Peran Perlindungan Anak dalam Keluarga

Puluhan ibu-ibu PKK Kotamobagu diberikan pendidikan soal peran perlindungan anak dalam keluarga.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Ibu-ibu PKK Diajar soal Peran Perlindungan Anak dalam Keluarga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan ibu-ibu PKK Kotamobagu diberikan pendidikan soal peran perlindungan anak dalam keluarga.

Pendidikan tersebut disampaikan kegiatan penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan kepada masyarakat, di Lembah Bening Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Sulawesi Utara tersebut dibuka oleh Asisten III Pemkot Kotamobagu Adnan Masinae, dihadiri oleh Ivone Kawatu Kabid Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik, ketua TP PKK Sulawesi Utara Zubaeda Albugis, Kadis Kominfo Kotamobagu Ahmad Yani, serta tamu undangan lain.

Adnan Masinae pada kesempatan tersebut menjelaskan, kegiatan seperti ini sangat strategis dan penting.

Seperti beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan pembunuhan guru oleh siswa di Manado.

"Ini sangat penting, sebab guru adalah orang tua dan murid merupakan anak di sekolah, dan itu ada regulasi yang mengatur," jelas dia.

Juga peran orang tua sangat penting, supaya melindungi anak bukan hanya dari kekerasan, tapi juga supaya siswa tidak melakukan kekerasan.

"Orang tua jangan bunuh karaktek anak," jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua, pendidikan paling baik adalah di rumah, selain di sekolah.

Sementara itu, Ivonne Kawatu menjelaskan, bahwa, lewat kegiatan ini, mereka diharapkan dapat menjadi orang tua yang mampu berperan terhadap anak-anak dalam hal ini mengawasi, mengarahkan, mendidik anak, pengawasan ekstra, kontrol terhadap anak agar supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Apalagi era digitalisasi ini, jangan biarkan anak sendiri dalam mengenal dunia digital, tapi orang tua tetap duduk berdampingan, jangan sampai anak lebih mencintai hp daripada orang tua.

"Sebab mereka lebih mencontoh orang tua, yang kadang lebih suka main hp ketimbang mendampingi anak," jelas dia.

Kedepan, anak merupakan aset bangsa, dan penerus estafet pembangunan, sehingga orang tua diminya untuk mendidik anak supaya jadi lebih baik.

"Perkenalkan digital, jangan biarkan mereka paham sendiri, harus diajarkan karena ini positif, sebab kita tidak bisa menghindari yang namanya era digitalisasi," jelas dia.

(Tribunmanado.co.id/Alpen Martinus)

BERITA TERPOPULER :

 Gibran Maju Pilwako Solo, Nama Jokowi Tercoreng, Pengamat: Soeharto 32 Tahun Nggak Kayak Gitu

 BREAKING NEWS : Staf Satpol PP Provinsi Sulut Ditemukan Tewas, Ada Luka Sayatan di Leher

 Pengamat Ungkap Prabowo Awalnya Ditawarkan Jokowi Jadi Menko Polhukam: Tapi Prabowo Gak Mau

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved