Projo Jadi Mata dan Telinga di Desa
Budi Arie Setiadi adalah satu dari 12 wakil menteri yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Bagaimana dari kacamata Anda sebagai mantan aktivis?
Memang terus terang ada kerepotan dalam banyak aspek, tapi semangat rekonsiliasi penting selama kita meletakannya dalam kerangka kemajuan Indonesia. Kalau kita berpikir kemajuan bangsa, maka kita harus berpikir rekonsiliasi ini sebagai hal yang positif.
Rekonsiliasi ini yang kemudian membuat Anda berkata makin cinta kepada Pak Prabowo?
Mulai cinta tepatnya. Benih-benih cinta mulai muncul dari kami.
Akan di bawa ke mana masa depan organisasi Projo yang kemarin sempat diduga bubar?
Kita tidak membubarkan diri. Kita justru pamit dan tugas kita sebagai tim pemenangan Pilpres 2019 sudah selesai sambil menunggu tugas baru. Media lalu membuat heboh seolah-olah Projo bubar. Kami pamit, istirahat dan kembali ke kehidupan normal, tapi ternyata sebelum istirahat dapat tugas baru, ya sudah kita jalankan.
Anda adalah ketua umum Projo. Setelah Anda menjadi Wamendes, apakah strukturnya akan berubah?
Tergantung seperti apa kebutuhan organisasi. Kalau organisasi ini masih membutuhkan saya, ya saya siap. Tidak ada larangan, kan? Di aturan kenegaraan tidak ada larangan ketua umum menjadi menteri. Menteri jadi ketua umum partai juga tidak apa-apa. Pak Airlangga (Hartarto, red) misalnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ketua-umum-relawan-projo-budi-arie-25623.jpg)