Berita Kriminal

Terkait Siswa Tikam Guru, Ini Tanggapan Tetangga Pelaku, Kepsek dan Kadis Pendidikan Sulut

Kasus penikaman dilakukan oleh FL kepada guru agama kristen bernama Alexander Werupangkey di SMK Ichthus

Terkait Siswa Tikam Guru, Ini Tanggapan Tetangga Pelaku, Kepsek dan Kadis Pendidikan Sulut
tribun manado / Dewangga Ardhiananta
Tanggapan Kepala Sekolah dan Kadis Pendidikan Terkait Kasus Penikaman di SMK Ichthus, Selasa (22/10/2019). 

Terkait Siswa Tikam Guru, Ini Tanggapan Tetangga Pelaku, Kepsek dan Kadis Pendidikan Sulut

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penikaman dilakukan oleh FL kepada guru agama kristen bernama Alexander Werupangkey di SMK Ichthus, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin kemarin (21/10/2019) menjadi pembicaraan hangat di Manado.

Kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia itu mendapat beragam tanggapan dari warga, kepala sekolah hingga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut.

"Saya tidak tahu keseharian pelaku, namun saya kenal dan sesekali berjumpa," kata seorang warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari kediaman pelaku, Selasa (22/10/2019)

Ia menambahkan, pelaku tinggal sendiri di rumah bersama omanya.

5 Fakta di Balik Penikaman Guru SMK Ichthus Manado oleh Siswanya, Kronologi hingga Dipengaruhi Miras

UPDATE - Tersangka Penikam Guru SMK Ichthus Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

"Pelaku pernah curhat sama kita dan mengeluh mengenai orangtuanya yang tidak mengambil rapor," kata Katharina Lapagu, Kepala Sekolah SMK Ichthus, Selasa (22/10/2019).

Lanjutnya, orangtuanya sudah pisah dan kemungkinan kurang perhatian.

"Iya tidak masuk akal karena anak ini tergolong biasa-biasa saja," ucap Katharina.

Olah TKP penikaman guru SMK Ichthus Manado dan korban saat dirawat di RS
Olah TKP penikaman guru SMK Ichthus Manado dan korban saat dirawat di RS (TRIBUNMANADO/PASCHALIS SERTY/JUFRI MANTAK)

Katharina menuturkan, kemarin pagi sebelum kejadian tak terduga itu, pelaku disuruh untuk menanam tanaman dengan menggunakan polibag.

"Iya bu," kata Kepala Sekolah menirukan jawaban pelaku.

Lanjut Khatarina, dia terlihat tidak ada tanda-tanda kemarahan dan tampak biasa.

"Iya kejadian ini terlihat spontan dan kita harus mencari penyebab pelaku melakukan tindakan itu," kata dr Lisjie Grace L Punuh MKes, Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Provinsi Sulut.

Lisjie Grace menambahkan, perlu penanganan dari psikiater untuk mendalami kondisi mental pelaku.

Akhir Oktober Digelar Operasi Zebra, Bagi yang Motornya Pakai Barang Ini Segera Ganti

Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved