Kabinet Kerja Jilid II
Profil Suharso Monoarfa, Bukan Wajah Baru di Kalangan Menteri, Politisi PPP
Beberapa tokoh yang digadang-gadang menjabat menteri di periode ke-2 kepemimpinan Presiden Joko Widodo mulai berdatangan di Istana Negara, Selasa
TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa tokoh yang digadang-gadang menjabat menteri di periode ke-2 kepemimpinan Presiden Joko Widodo mulai berdatangan di Istana Negara, Selasa (22/10/2019).
Mereka di atnaranya Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Agus Gumiwang Kartasismita, Juliari P Batubara, Siti Nurbaya, Suharso Monoarfa dan Basuki Hadimuljono.
Mereka yang datang umumnya berasal dari kalangan politisi, satu di antaranya Suharso Monoarfa. Ia tercatat sebagai orang ke-6 yang datang ke Istana Negara.
Pria berdaraha Gorontalo ini adalah politikus, anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang juga seorang pengusaha.
Pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954 ini sejak tahun 2015 hingga saat ini tercatat sebagau anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Suharso Monoarfa bukanlah wajah baru di kalangan menteri.
Tahun 2009 hingga 2011, Suharso Monoarfa pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat di era SBY yaitu pada Kabinet Indonesia Bersatu II.
• Profil Juliari Batubara, Calon Menteri Pertama dari PDIP, Wajah Baru Untuk Kabinet Menteri Jokowi
Sebelumnya, Suhargo adalah anggota DPR RI pada periode 2004-2009.
Ia lalu terpilih kembali untuk periode 2009-2014.
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Suharso Monoarfa menggundurkan diri dari jabatanya sebagai Menteri Perumahan Rakyat RI karena alasan pribadi.
Dilansir Kompas.com pada 17 Oktober 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa telah mengajukan surat pengunduran diri tertanggal 12 Oktober 2011.
Presiden, yang menerima surat pengunduran diri pada Minggu (16/10/2011), mengatakan telah menerima dan menyetujui pengunduran diri politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut.
Pada jumpa pers dadakan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/10/2011), Presiden memberikan sejumlah catatan atas capaian Suharso.
"Pertama, saudara Suharso telah melakukan perubahan terhadap sistem subsidi KPR, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ternyata membawa efisiensi tinggi."
"APBN yang efisien dan optimal adalah satu tujuan dan sasaran kita," ujar Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suharso-monoarfa.jpg)