Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

5 TERPOPULER: Sejarah Hari Santri, Tetty Paruntu Muncul di Istana Negara, Olly Digadang Menteri

Penetapan Hari Santri Nasional ini disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015

Tayang:
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribunmanado
Kolase Foto Hari Santri Nasional, Tetty Paruntu, Olly Dondokambey 

"Pak Olly tetap Gubernur, " ujar sumber tribunmanado. co. id

Bahkan sejak tadi malam, Olly Dondokambey sudah ada di Manado

"Pak Olly sudah di Manado sejak tadi malam, " ungkap sumber.

Soal penolakan jadi menteri, menurut sumber harus ditanyakan langsung kepada Gubernur Olly.

Selengkapnya baca: https://manado.tribunnews.com/2019/10/21/olly-dondokambey-digadang-jadi-menteri-jokowidi-mana-gubernur-sulut-jelang-pengumumankabinet?page=all

1. Sejarah Hari Santri Nasional: Kisah Perlawanan Paling Bersejarah di Surabaya 1945

Berikut Ini logo dan Mars Lagu Hari Santri Nasional 2019, mahasiswa ramaikan pakai sarung.
Berikut Ini logo dan Mars Lagu Hari Santri Nasional 2019, mahasiswa ramaikan pakai sarung. (Kolase Tribunkaltim.co)

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

Penetapan Hari Santri Nasional ini disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015.

Penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Jokowi, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari semangat jihad yang ditunjukkan oleh kaum santri.

Banyak pihak yang bertanya-tanya alasan dipilihnya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Menilik catatan sejarah, ternyata tanggal tersebut memiliki kaitan langsung dengan peristiwa paling bersejarah ketika bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya.

Peristiwa tersebut adalah deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

Pada hari itu, KH Hasyim Asy’ari menyerukan untuk ikut berjuang mencegah tentara Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).

KH Hasyim Asy’ari menyerukan kepada santrinya bahwa perjuangan membela Tanah Air merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.

Selengkapnya Baca: https://manado.tribunnews.com/2019/10/21/sejarah-hari-santri-nasional-kisah-perlawanan-paling-bersejarah-di-surabaya-1945?page=all

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved