Jokowi Yakin Ekonomi RI Masuk 5 Besar Dunia: Begini Kata Bappenas

Presiden Joko Widodo dalam pidato pelantikannya, Minggu (20/10), menyebutkan cita-cita Indonesia untuk keluar

Jokowi Yakin Ekonomi  RI Masuk 5 Besar Dunia: Begini Kata Bappenas
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Jokowi berangkat dari Istana Merdeka, Jakarta pukul 14.17 WIB, Minggu (20/10/2019) untuk acara pelantikan didampingi seluruh keluarganya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo dalam pidato pelantikannya, Minggu (20/10), menyebutkan cita-cita Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap) pada 2045.

Jokowi mengatakan, mimpi pada 2045 ialah Indonesia memiliki produk domestik bruto (PDB) sebesar 7 triliun dolar AS dan masuk dalam lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Kang Yoto Tak Tahu Namanya Diusulkan Jadi Menteri, Said Aqil Siroj Mengaku Tak Ada Bakat

“Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama,” ujar Jokowi.

Menteri PPN/Bappenas periode 2014-2019 Bambang Brodjonegoro berpendapat, peluang Indonesia untuk mewujudkan itu memang ada. Namun, tantangan yang harus dilewati pun masih banyak.

“Ada banyak prospek, tapi juga banyak tantangan. Tantangannya adalah ekonomi global yang saat ini tidak menentu dan upaya kita untuk tidak lagi bergantung pada sumber daya alam,” kata Bambang saat ditemui usai acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di DPR.

Bambang menilai, ketidakpastian ekonomi global dan industrialisasi menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam lima tahun ke depan dalam upaya menggenjot pertumbuhan yang lebih tinggi.

Skuat Sulut United Siap Tempur Hadapi Persewar di Laga Terakhir Liga II

Sebelumnya, Kementerian PPN/Bappenas menetapkan pertumbuhan ekonomi dalam rancangan teknokratis RPJMN 2020-2024 berada dalam rentang 5,4 persen - 6 persen. Adapun, target pertumbuhan ekonomi secara rata-rata sebesar 5,7 persen.

Sementara itu pertumbuhan sektor manufaktur dipatok di kisaran 5,4 persen-7,05 persen. Bersamaan dengan Produktivitas Faktor Total (TFP) yang diproyeksi mencapai 10 persen-50 persen. 

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberi keterangan kepada awak media di lokasi acara konsolidasi fraksi Partai NasDem, Hotel Kartika Plaza, Kuta - Bali pada Kamis (14/1/2016).
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberi keterangan kepada awak media di lokasi acara konsolidasi fraksi Partai NasDem, Hotel Kartika Plaza, Kuta - Bali pada Kamis (14/1/2016). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Surya Paloh: Perlu Reformasi Investasi

Ketua Umum Parta Nasdem Surya Dharma Paloh berharap pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dapat lebih baik daripada lima tahun sebelumnya.

Surya Paloh bilang terkait investasi kepemerintahan yang baru harus mampu mengejar target yang sudah ditetapkan, paling tidak mempertahankan apa yang sudah tercapai selama ini.

Ini Ucapan Selamat dan Harapan Sandiaga Uno kepada Jokowi-Maruf

“Yang tidak kalah penting mengejar dan mengevaluasi kembali hal-hal yang belum bisa padahal sudah direncanakan,” kata Surya Paloh seusai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di kompleks MPR/DPR RI, Minggu (20/10).

Di sisi lain, Surya Paloh mengatakan pemerintah baru perlu mengedepankan reformasi perizinan terkait investasi. Menurutnya, perbaikan di lingkup perizinan akan menjadi awal penggerak investasi saat pemerintahan periode 2019-2024 baru dimulai. "Memang hal tersebut menyangkut reformasi birokrasi, tadi presiden sudah menyampaikan cukup jelas,” kata Surya Paloh.

Terkait kabar bahwa Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) yang akan diganti menjadi Kementerian Investasi, Surya Paloh melihat tidak ada permasalahan, menurutnya bila terealisasi hal tersebut merupakan langkah yang strategis mengoptimalkan reformasi perizinan investasi. (kontan)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved