Bupati Indramayu: Saya Mohon Maaf

Bupati Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Supendi, tak mampu banyak bicara saat keluar Gedung Komisi Pemberantasan

Bupati Indramayu: Saya Mohon Maaf
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Bupati Indramayu, Supendi (kiri, baris depan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bupati Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Supendi, tak mampu banyak bicara saat keluar Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (16/10) subuh, dengan mengenakan rompi tahanan dan tangan terborgol.

Densus 88 Tangkap AA Kurang dari Lima Menit

Ia hanya bisa menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indramayu atas perbuatannya sehingga ditangkap dan ditahan KPK karena kasus penerimaan suap. Supendi berharap ada perubahan di Indramayu setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai bupati setempat karena harus menjalani penahanan.

"Saya mohon maaf kepada masyarakat Indramayu atas tindakan ini dan saya belum bisa membawa perubahan," ucap Supendi saat dikawal petugas KPK menuju mobil tahanan.

Supendi dan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indramayu. Supendi dan ketiga tersangka lainnya sempat menjalani pemeriksaan lebih 21 jam sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik KPK.

Supendi mengaku telah menceritakan apa yang dilakukan dan diketahuinya terkait kasus ini saat diperiksa penyidik KPK. Ia pun menjawab hal yang sama saat ditanya wartawan tentang ada atau tidaknya aliran dana dari hasil suap ke partai politik asalnya.

Staf Dzulmi Nyaris Tabrak Penyidik KPK

Diketahui , Supendi merupakan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Indramayu. "Sudah saya ceritakan ke KPK," ujarnya saat duduk di dalam mobil tahanan KPK.

wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyampaikan Supendi ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung KPK C1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain Bupati Indramayu Supendi, KPK juga menetapkan dan menahan tiga orang lainnya pasca-OTT di Indramayu, Jawa Barat, pada Senin malam, 14 Oktober 2019.

Supendi selaku Bupati Indramayu diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari kontraktor bernama Carsa AS.

Dua anak buah Supendi di DInas PU Kabupaten Indramayu juga menerima suap dari orang yang sama. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah, menerima Rp450 juta dan sepeda senilai Rp20 juta. Dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono menerima senilai Rp 560 juta.

Uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Supendi.

Suap Kepala BPJN XII Balikpapan Pakai Kode Gaji

Uang yang diterima Supendi, Omarsyah, dan Wempy diduga merupakan bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen sebagai timbal balik setelah Carsa AS melalui perusahaannya mendapatkan tujuh proyek Dinas PU setempat senilai lebih Rp15 miliar.

Tujuh proyek pembangunan jalan dikerjakan oleh perusahaan CV Agung Resik Pratama atau dalam beberapa proyek pinjam bendera ke perusahaan lain di Kabupaten Indramayu. (tribun network/ilh)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved