Berita Traveling
Mengintip Masjid dengan Interior Khas Mataram di Tondano
Terdapat satu masjid dengan interior khas Mataram di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terdapat satu masjid dengan interior khas Mataram di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
Wartawan tribunmanado.co.id sempat kunjungi Masjid tersebut saat menjelang Ashar, Sabtu (12/10/2019)
Dilihat dari interior dalam.
Langit-langit beserta tiang penyangga terbuat dari kayu berwarna cokelat tua.
Di setiap sisi atas masjid terdapat semacam ventilasi berbahan kayu mengelilingi interior dalam masjid.
Begitu juga dengan jendelanya di sisi bawah ventilasi dengan bentuk layaknya anak panah.
Terdapat lampu gantung kuno berwarna putih kusam dengan bentuk seperti akar pohon terbalik.
Hal tersebut agak menyerupai dengan yang ada di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.
Namun yang membedakan, ialah masjid ini hampir seluruh dindingnya bercatkan putih.
Sedangkan Masjid Gedhe Kauman tetap dengan corak emas dan hijau khasnya.
Di sisi arah kiblat, dihiasi beberapa pajangan-pajangan yang terlihat kuno dengan berwarna coklat tua.
Pajangan itu salah satunua ialah bingkai dengan kaligrafi khas arab berwarna coklat tua namun ada juga yang bercorak emas.
Mimbarnya pun layaknya yang ada di masjid masjid besar di Jawa.
Sesuai dengan namanya Masjid Al-Falah Kyai Mojo, Masjid ini dibangun oleh Kyai Mojo ketika zaman penjajahan Belanda.
Kyai Mojo tiba di Tondano pada tahun 1829 hingga meninggal di sana pada tanggal 20 Desember 1848 dalam usia 84 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mengintip-masjid-dengan-interior-khas-mataram-di-tondano.jpg)