PP Infrastruktur Memacu Proyek Air

Sepanjang tahun ini, PT PP Infrastruktur mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 860 miliar.

PP Infrastruktur Memacu Proyek Air
kontan.co.id
PT PP Infrastruktur 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sepanjang tahun ini, PT PP Infrastruktur mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 860 miliar. Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini akan menggunakan dana itu untuk membiayai empat proyek. Perinciannya, tiga proyek berupa pekerjaan sistem penyediaan air minum (SPAM) dan satu proyek lagi adalah serat optik.

Ibunda Histeris di Depan Makam Akbar Alamsyah

Tiga proyek SPAM tersebar di Bekasi (Jawa Barat) dengan kapasitas 200 liter per detik, Tangerang Selatan (Banten) 300 liter per detik dan Gresik (Jawa Timur) 1.000 liter per detik. Proyek SPAM di Tangerang Selatan, misalnya, bernilai Rp 334 miliar dan kini sampai tahap konstruksi 40%.

Adapun proyek SPAM Bekasi senilai Rp 650 miliar. PP Infrastruktur sedang berupaya membebaskan lahan seluas 6 hektare (ha). Mereka menargetkan pembangunan berlangsung mulai tahun 2020.

Adapun proyek serat optik sepanjang 7.000 kilometer (km). Untuk kebutuhan pembangunan serat optik, mereka menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 440 miliar dan saat ini telah mendapatkan kontrak 10% berjalan.

PP Infrastruktur meraih proyek serat optik melalui PT Ultra Mandiri Telekomunikasi. Mengacu laporan keuangan PTPP periode 30 Juni 2019, Ultra Mandiri adalah anak usaha tidak langsungnya. Alhasil, Ultra Mandiri terafiliasi dengan PP Infrastruktur.

Seluruh dana belanja modal tahun ini berasal dari kas internal dan pinjaman dengan porsi sama besar. "Komposisinya 50:50 yang mana kas internal kami berasal dari penyertaan modal dari induk juga," terang I Komang Sudarma, Direktur Keuangan PT PP Infrastruktur kepada KONTAN, Kamis (10/10).

Maruf Amien Belum Tahu Posisinya di MUI Setelah Dilantik jadi Wapres

Penambahan SPAM

Meskipun belanja modal tahun ini hanya untuk empat proyek, sedianya total proyek di tangan PP Infrastruktur ada enam. Total nilai investasi keenam proyek tersebut mencapai Rp 3,2 triliun. Proyek SPAM mendominasi portofolio perusahaan ini.

Selain tiga proyek SPAM tadi, PP Infrastruktur memiliki SPAM di Pekanbaru, Riau dengan kapasitas 1.000 liter per detik. Mereka juga berniat mengakuisisi SPAM di Bekasi berkapasitas 200 liter per detik yang bisa dikembangkan hingga 500 liter per detik. "Saat ini dalam tahap due diligence (uji tuntas) dengan nilai masih di bawah Rp 100 miliar," ungkap Didik Mardiyanto, Direktur Utama PT PP Infrastruktur, saat ditemui KONTAN awal bulan ini.

Tak berhenti sampai di situ, kemungkinan portofolio SPAM PP Infrastruktur masih akan bertambah. Targetnya adalah memiliki SPAM dengan total kapasitas sebesar 5.600 liter per detik tahun ini. Lantas, pada tahun depan mereka berharap bisa menaikkan total kapasitas  menjadi 12.150 liter per detik.

Sejalan dengan penambahan proyek SPAM, PP Infrastruktur menargetkan akumulasi investasi proyek senilai Rp 17 triliun pada tahun 2021. Perinciannya, investasi Rp 10 triliun pada tahun depan dan investasi Rp 7 triliun pada tahun berikutnya. Nilai investasi proyek SPAM kurang lebih 90% dari total target itu.

Veronica Koman Bertemu Komisioner HAM PBB dan Bahas Papua Barat: Ada Penggunaan Kekuatan Berlebihan

Adapun sampai akhir tahun 2019, PP Infrastruktur membidik kepemilikan aset senilai Rp 800 miliar. Mereka mengakui target tersebut terbilang masih kecil karena bisnis yang dijalankan terbilang masih baru alias greenfield. "Kami dalam investasi itu bentuk BUP (Badan Usaha Pelaksana), jadi tahun ini baru dapat sehingga baru bisa memulai pelaksanaannya di tahun ini juga," kata Komang.

PP Infrastruktur belum mematok target kontribusi muluk-muluk terhadap induk usahanya, PTPP. Mereka hanya berharap bisa mengungkit aset berkisar Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar.  (Sugeng Adji Soenarso)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved