Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hingga Jumat Gempa Ambon 1.387 Kali, 31 Orang Meninggal

Gempa susulan masih terus terjadi di Pulau Ambon dan sekitarnya pascagempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang wilayah

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Warga tang mengungsi dari gempa memilih tinggal di tenda di Ambon, Maluku. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMBON – Gempa susulan masih terus terjadi di Pulau Ambon dan sekitarnya pascagempa berkekuatan 6,8 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut sejak Kamis (26/9/2019) pekan lalu.

Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Jadi Wacana Berbahaya Bagi Demokrasi

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon, hingga Jumat malam (11/10/2019) gempa susulan di Pulau Ambon dan sekitarnya telah mencapai 1.387 kali gempa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 31 orang meninggal dunia dan 164 orang luka.

Dari ribuan kali gempa susulan yang terjadi itu, BMKG mencatat sebanyak 163 kali gempa ikut dirasakan warga di Pulau Ambon, Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat dan sebagian wilayah Kabupaten Maluku Tengah, selebihnya tidak dirasakan.

Adapun gempa susulan dengan skala terbesar yakni 5,6 magnitudo yang terjadi pada hari pertama gempa dan gempa terkecil sebesar 1,7 magnitudo yang ikut dirasakan getarannya.

“Sampai Jumat malam pukul 20.00 WIT gempa susulan yang terjadi telah mencapai 1.387 kali, dan yang dirasakan sebanyak 163 kali,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin kepada Kompas.com, Jumat malam.

Tetapkan APBDes 2020, Camat: untuk Kesejahteraan Warga

Dia menjelaskan gempa susulan yang masih terus terjadi di Maluku hingga saat ini merupakan peristiwa yang normal.

Menurutnya dalam setiap peristiwa gempa kuat, akan terjadi deformasi atau pergeseran blok batuan di kerak bumi dengan sangat luas. Dari pergeseran batuan itu terjadilah ketidaksetimbangan atau ketidakstabilan di zona tersebut.

Gubernur Maluku Murad Ismail saat meninjau para pengungsi korban gempa di halaman RSUD dr Haulussy Ambon, Kamis (26/9/2019) malam
Gubernur Maluku Murad Ismail saat meninjau para pengungsi korban gempa di halaman RSUD dr Haulussy Ambon, Kamis (26/9/2019) malam (Kopmas.com/Rahmat Rahman Patty)

“Sehingga muncul gaya-gaya tektonik untuk mencari kesetimbangan menuju kondisi stabil di sekitar pusat gempa utama yang dimanefistasikan sebagi gempa susulan,” katanya.

Dia menjelaskan, lazimnya gempa kuat dengan magnitudo di atas 6,0 akan disertai aktivitas gempa susulan. Semakin besar magnitudo gempa, maka potensi gempa susulannya semakin banyak, apalagi jika ditunjang dengan kondisi batuan di wilayah tersebut yang rapuh.

“Gempa susulan masih akan berpotensi terjadi dalam beberapa hari kedepan sehingga kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan panik apabila terjadi gempa susulan,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Ini Nyatakan Babi Aman Dikonsumsi

Dia mengimbau kepada warga jika terjadi gempa susulan agar dapat melakukan evakuasi mandiri, dan jika saat gempa terjadi warga sedang berada di dalam gedung sebaiknya dapat mencari perlindungan di bawa meja atau kursi yang kuat dan setelah itu barulah keluar setelah getaran gempa berakhir.

“Yang terakhir tak henti-hentinya kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, pastikan informasi resmi soal gempa bersumber dari BMKG,” pintanya. (Tribun/kps)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved