Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Ello Tampil di Puncak FPSL 2019, Lomban Tutup dengan Resmi

Puncak gelaran FPSL 2019, ditutup dengan pesta kembang api dan live performance penyanyi Marcello Tahitoe, atau lebih dikenal sebagai Ello.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Ello Tampil di Puncak FPSL 2019, Lomban Tutup dengan Resmi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puncak gelaran Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2019, ditutup dengan pesta kembang api dan live performance penyanyi Marcello Tahitoe, atau lebih dikenal sebagai Ello.

Penutupan digelar di Lapangan Satrol Lantamal VIII Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (10/10/2019) malam kemarin.

Di atas panggung Ello sukses menghibur ratusan warga dengan melantunkan sejumlah tembang populer.

Dari data yang dirangkum tribunmanado.co.id, Ello membawakan tembang Buka Semangat Baru, Masih Ada, Gak Kayak Mantanmu, Sampah-Sampah Dunia Maya, Yang Ku Nanti, Indonesia Tanah Air Beta, Pergi untuk Kembali, Bento, Benci Tapi Rindu dan Indonesia Bisa.

Pada puncak FPSL 2019 Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban resmi menutup kegiatan.

Kata Lomban pelaksanaan FPSL dan rangkaian kegiatannya tentu ada kelebihan-kelebihannya, tapi masih ada kekurangannya yang perlu kita perbaiki di masa mendatang.

Ello Tampil di Puncak FPSL 2019, Lomban Tutup dengan Resmi
Ello Tampil di Puncak FPSL 2019, Lomban Tutup dengan Resmi (ISTIMEWA)

"Saya selaku Walikota Bitung mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang telah menyampaikan kepada kita semua pada tanggal 7 kemarin ketika membuka FPSL bahwa FPSL yang di nilai tahun 2020 kita masuk pada 100 event festival terbaik dari 8.100 event yang ada di Indonesia," kata Lomban.

FPSL edisi keempat di tahun 2019 bisa terjadi karena kita semua telah berkolaborasi secara positif, telah berkolaborasi dengan baik sehingga semua boleh berjalan dengan lancar.

Tingkat kunjungan turis di kota Bitung saat ini naik hampir 10 kali lipat dibandingkan 4 tahun yang lalu.

Untuk itu kepada warga kota Bitung, Lomban mengingatkan untuk menjaga kerukunan jaga keamanan.

"Mari kita tetap menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu tamu kita yang datang dari luar Bitung, sehingga bisa meningkatkan perekonomian kota Bitung dan masyarakat bisa menikmati kesejahteraan," harapnya.

Sementara itu dari data yang disampaikan Satria dari panitia pelaksana FPSL selama empat hari pelaksanaan terdapat 60 stand kuliner, 22 stand ekspo, 32 stand komunitas dan kurang lebih 183 PKL telah memeriahkan festival ini.

"Stan kuliner perharinya menghasilkan 1-4 juta. Bahkan ada dua kafe yang sengaja menutup kafenya guna memeriahkan festival ini dan fokus berdagang disini. Pedagang Kaki Lima dalam semalam berpenghasilan 300 ribu/ hari," urai Satria.

Bahkan sejumlah pedagang yang diambik testimoni oleh panitia, mereka mengaku kalau bisa tiap malam ada kegiatan seperti ini sejumlah penjual bisa dapat omset 300 ribu setiap harinya.

Hal ini jelas secara ekonomi dan visi dari Pemerintah Kota Bitung mulai mencapai tujuan dari visi tersebut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved