Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wiranto Diserang

Pengamat Teroris Al-Chaidar: Bisa Jadi Ada Motif Dendam dari Pelaku Penusukan Terhadap Wiranto

Pengamat teroris Al-Chaidar menilai dendam dianggap sebagai motif penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Tayang:
Istimewa
Senjata tajam Pisau yang diduga dipakai pelaku untuk tikam Wiranto.1 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal di hadapan masyarakat pada Kamis (10/10/2019).

Wiranto (Menkopolhukam) ditikam orang tak dikenal di Pandeglang, Banten 

Atas penusukan itu, Wiranto mendapat luka tusuk hingga harus menjalani operasi.

Pelaku yang menusuk Wiranto merupakan dua orang yang memiliki hubungan suami istri.

Pengamat teroris Al-Chaidar menilai dendam dianggap sebagai motif penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Pemberantasan teroris yang gencar dilakukan pemerintah membuat Wiranto menjadi sasaran utama anggota ISIS.

Menurut Al-Chaidar sejak tahun 2016, ISIS memang membuat sebuah plot serangan bernama serangan tebang pilih.

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Baca: Bos Pelaku Penikaman Wiranto Ternyata Telah Ditangkap Densus 88 Beberapa Minggu yang Lalu, ISIS?

Baca: Gerak-gerik Pelaku Perempuan Sebelum Beraksi Serang Wiranto, Pura-pura di Dekat Polisi

Baca: Perbedaan Menopause Pria dan Wanita, Tanda-tandanya bagi Laki-laki

Tidak lagi acak seperti sebelumnya, kini mereka menyasar tokoh-tokoh tertentu yang dianggap sebagai musuh besar kelompok mereka. 

Wiranto sebagai Menkopolhukam dianggap memiliki pengaruh besar terhadap pemberantasan terorisme di Indonesia.

“Namanya serangan tebang pilih artinya mengincar pejabat tertentu saja karena dianggap musuh Islam,” kata Al-Chaidar saat dihubungi Wartakotalive.com Kamis (10/10/2019).

Bisa jadi kata Al-Chaidar, pernyataan-pernyataan keras Wiranto selama ini di media massa, menjadi pemicu utama dari kenekatan mereka menyerang tokoh sekelas pejabat tingkat pertama.

“Bisa jadi pernyataan-pernyataan Wiranto dianggap menyakitkan perasaan mereka,” kata Al-Chaidar.

Ia juga menduga penyerangan terhadap Wiranto merupakan rencana dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Utara.

Hal itu karena dari satu di antara tersangka penyerangan Abu Rara merupakan teman dari pelaku teroris penyerang anggota Brimob Medan.

“Sehingga bisa jadi ada motif dendam juga disitu,” kata Al-Chaidar.

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Baca: Sabtu Depan, Pengungsi Asal Sulut dari Wamena Akan Tiba dengan Kapal Laut
Baca: VIDEO: Restoran di Jepang Berumur Seabad Ini Selalu Gunakan Kaldu yang Sudah Berusia 74 Tahun
Baca: Inilah Pemain Sepak Bola Indonesia yang Tekuni 2 Profesi, Footballer & Anggota Polri, Siapakah Dia?

Oleh karenanya kata Al-Chaidar, sudah waktunya pemerintah merubah penerapan-penerapan jadul pemberantasan terorisme.

Menurutnya, semakin pemerintah bereaksi keras kepada para teroris maka hal tersebut akan meningkatkan sel aktif dari jaringan-jaringan teroris lainnya.

“Jadi harus dilawan secara lembut, ya deradikalisasi itu harus ditunjukan benar-benar ada, inikan bukan negara kekuasaan,” kata Al-Chaidar.

Pelaku Dipastikan Anggota ISIS

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Menkopolhukam Wiranto diserang orang tak dikenal di kawasan Banten, Kamis (10/10/2019). Video penyerangan Wiranto viral di media sosial.

Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut kronologi penyerangan Wiranto. Kedua pelaku kata Dedi tiba-tiba saja mendekat ke arah Wiranto.

Pelaku pria membawa senjata tajam yang diperkirakan sebuah pisau atau gunting kecil.

“Kemudian pelaku lakukan serangan penusukan ke bagian depan Pak Menko, disitu ada Pak Kapolsek dan Kapolda juga,” kata Dedi dalam konverensi pers, di Polri, Kamis (10/10/2019).

Bukan hanya Wiranto, akibat penyerangan itu Kapolsek juga mengalami luka tusukan di bagian belakang.

“Kapolsek Menes tertusuk di bagian belakang, namanya Kompol Heriyano,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, akibat penyerangan tersebut, Kapolsek dan Menko Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit setempat.

“Terduga pelaku masih diamankan di Polres Pandeglang , Polda Banten dan di back up Densus 88,” kata Dedi.

Diduga kata Dedi, kedua pelaku sudah terpapar paham radikal ISIS. “Ini sedang didalami apakah mereka bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon atau Sumatera Utara,” kata Dedi.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com

Baca: Lea Simanjuntak Memilih Rambut Pendek Sejak 2014, Ini Alasannya

Baca: Video, Detik-detik Sosok Pelaku Sebelum Menyerang Wiranto Terekam Mondar-mandir di Belakang Mobil

Baca: Hasil Kualifikasi Piala Dunia - Timnas Jepang dan Korea Ciptakan 14 Gol

SUBSCIBE YOUTUBE CHANNEL TRIBUN MANADO OFFICIAL

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved