Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tarkam Dumoga

Tangkap Provokator di Dumoga, Tokoh Agama Serukan Perdamaian

Pertama Imandi versus Tambun, lalu Doloduo versus Makaruwo, Tambun versus Dumoga dan teranyar Toruakat versus Pusian.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Anak-Anak Trauma dan Tak Sekolah, Stop Tarkam di Dumoga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat kasus tarkam terjadi hanya dalam tempo sebulan di Dumoga Raya, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Pertama Imandi versus Tambun, lalu Doloduo versus Makaruwo, Tambun versus Dumoga dan teranyar Toruakat versus Pusian.

Seruan damai pun dikeluarkan sejumlah tokoh agama di Bolmong.

Ketua Kompelsus Pemuda Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Maekel Moonik mengatakan, Dumoga adalah indonesia mini di Sulut dimana masyarakatnya beragam dan harmonis.

Inilah narasi yang harus diunggulkan untuk memupus branding Dumoga sebagai wilayah tarkam.

"Persatuan dan toleransi yang tinggi antar umat beragama di Dumoga adalah fondasi kuat untuk menjaga keberlangsungan hidup 
yang damai, rukun serta penuh cinta kasih antar sesama manusia," kata dia.

Ketua badan komunikasi pemuda dan remaja masjid indonesia (BKPRMI) Bolmong Djainal Mooduto mengatakan, solusi mengatasi konflik di Dumoga adalah pemberdayaan pemuda.

"Kegiatan pemuda yang mengedepankan persatuan dan kesatuan harus diadakan," kata dia.

Menurut dia, pelaku konflik umumnya kaum muda.

Dari segi sosiologis, konflik adalah pelarian kaum muda yang tidak tersalur kreativitasnya.

"Juga penindakan hukum harus dilakukan, miras di razia, provokator di tangkap," kata dia.

Ketua Pemuda Hindu Bolmong I Wayan Putra Jaya setuju dengan perlunya penindakan hukum, terutama razia sajam dan miras.

Menurutnya rencana untuk membangun Polres di empat wilayah di Bolaang Mongondow Raya (BMR) merupakan langkah 
jitu menangani konflik.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow beberapa waktu lalu menduga ada provokator yang coba membangkitkan luka lama di wilayah Dumoga.

Provokator ini memanfaatkan situasi politik yang memanas jelang pelantikan presiden.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved