Berita Manado

Kisah Anisa, Pedagang Cabai yang Langganan Diusir Pihak Pasar

Anisa merupakan salah seorang pedagang cabai di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, yang sering diusir pihak penertiban pasar.

Kisah Anisa, Pedagang Cabai yang Langganan Diusir Pihak Pasar
TRIBUN MANADO/PASCHALIS SERTY
Kisah Anisa, Pedagang Cabai yang Langganan Diusir Pihak Pasar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anisa merupakan salah seorang pedagang cabai di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, yang sering diusir pihak penertiban pasar.

Hal ini lantaran ia merupakan salah seorang pedagang yang tidak memiliki izin di pasar tersebut.

"Saya suka diusir karena tidak boleh berjualan di sini," kata ibu tiga orang anak ini, Selasa (08/10/2019).

Lapaknya sendiri terletak di sisi kiri jalan tidak jauh dari area masuk kendaraan Pasar Bersehati.

Wanita yang sudah berjualan cabai lebih dari 15 tahun ini hanya menggunakan sebuah payung tenda berwarna oranye dan meja berukuran sekira 80x50cm.

"Sudah lama sekali saya berjualan di sini, sejak awal selalu di Pasar Bersehati," katanya.

Jelang Hari Raya Natal, Harga Cabai Melonjak Hingga Rp 120 Ribu per Kilogram
Jelang Hari Raya Natal, Harga Cabai Melonjak Hingga Rp 120 Ribu per Kilogram (TRIBUN MANADO/PASCHALIS SERTY)

Ia biasa berjualan dari pukul 04.00 - 20.00 Wita bergantian dengan suaminya, Hamsah.

"Suami biasanya pagi mempersiapkan dagangan dan jualan sampai pukul 08.00 Wita, gantian saya sampai Isya, lalu gantian suami lagi sampai tutup," tambahnya.

Pendapatan yang diperolehnya pun tak menentu, jika harga cabai tinggi ia bisa membawa pulang uang jutaan.

"Kalau harga tinggi bisa sampai jutaan, tapi kalo biasa cuma ratusan," tutur wanita berjilbab itu.

Halaman
12
Penulis: Paschalis Serty
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved