Sudah Naik Tinggi, Saham POLL Masih Bisa Gaspol

Para pemegang saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) bergelimang cuan tahun ini. Harga saham properti ini sudah naik 272,86%

Sudah Naik Tinggi, Saham POLL Masih Bisa Gaspol
kontan.co.id
PT Pollux Properti Indonesia Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Para pemegang saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) bergelimang cuan tahun ini. Harga saham properti ini sudah naik 272,86% dalam setahun terakhir. Per Jumat (4/10), harga saham POLL ditutup di level Rp 6.525 per saham.

Baca: Menantu Elvy Tidak Patuhi Anjuran Dokter

Kenaikan harga saham POLL ini seiring dengan ekspansi kencang emiten tahun ini. Direktur POLL Maikel Tanuwidjaja menjelaskan, Pollux sedang mengembangkan tujuh proyek yang tersebar di Jabodetabek dan luar Jawa, yaitu Batam dan Lombok. "Proyek yang sudah siap handover adalah Chadstone di Cikarang dan Meisterstadt di Batam," jelas Maikel pada KONTAN, Jumat (4/10).

Pada kuartal empat nanti, rencananya POLL akan membuka Mall Chadstone. Selain itu, manajemen perusahaan proeprti ini juga berencana meluncurkan fase kedua proyek Pollux Skysuites dan melakukan handover dua proyek di Batam dan Cikarang.

Maikel menyebut, per Agustus 2019, total pendapatan pra-penjualan alias marketing sales POLL tercatat mencapai Rp 387 miliar. Sementara, target emiten ini hingga akhir tahun ini sebesar Rp 775 miliar.

Baca: Publik Dukung Jokowi Bikin Perppu

Pendapatan pra penjualan POLL hingga Agustus 2019 tersebut berasal dari penjualan apartemen Meisterstadt Batam, Chadstone Cikarang dan perkantoran World Capital Tower di Mega Kuningan. "Kami yakin bisa mencapai target yang ditentukan dari pencapaian total penjualan di sisa tahun ini," ujar Maikel.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat secara teknikal, kenaikan saham POLL berpotensi terus berlanjut dalam jangka panjang. "Karena volume perdagangan masih tinggi, artinya minat beli pelaku pasar terhadap saham ini masih sangat besar," ujar William, Jumat (4/10).

Namun, Analis Senior Anugerah Sekuritas Bertoni Rio punya pendapatan berbeda. Bertoni melihat, justru saat ini saham POLL telah jenuh beli. Sejak pertengahan Agustus 2019, POLL menunjukkan kecenderungan bearish.

Selain itu, dia melihat lonjakan saham tidak diikuti dengan volume transaksi yang ramai. Oleh karena itu, saham POLL sangat rawan terkoreksi ke level yang rendah. "Sampai ada berita aksi korporasi, ada peluang saham ini terkoreksi. Namun saham ini juga masih memiliki ruang rally hingga mencetak harga baru ke level Rp 7.000," jelas Bertoni.

Bertoni juga melihat, price to earning ratio (PER) perusahaan ini yang tercatat sebesar 730 kali membuat POLL relatif mahal. Untuk itu, dia menyarankan investor menunggu harga saham terkoreksi ke level Rp 3.560 sebelum kembali masuk. "Saat ini, sebaiknya realisasi aksi profit taking," ujar dia.

Baca: Iwan Fals: Anggota DPR Tertidur Lempari Palu!

Apalagi, sektor properti belum benar-benar pulih. "Pelanggan mash khawatir dengan keadaan politk Indonesia," ungkap Maikel.

Willliam menyarankan investor menunggu saham kembali ke kisaran support Rp 6.000-Rp 6.200 untuk membeli. Tiga bulan ke depan, dia menargetkan harga POLL bisa mencapai Rp 6.800-Rp 7.000. (Benedicta Alvinta Prima)

 

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved