News
Ingin Bersantai, Pantai Malalayang jadi Alternatif, Ada Wisata Pantai dan Kuliner
Di sepanjang jalan itu berjejer kios-kios pedagang yang menjajakan berbagai menu lokal.
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat akhir pekan tim tribunmanado.co.id menyusuri Jalan Wolter Monginsidi sampai Jalan Trans Sulawesi, Sabtu (05/10/2019).
Disana terbentang Pantai Malalayang di sisi utara jalan tersebut.
Di sepanjang jalan itu berjejer kios-kios pedagang yang menjajakan berbagai menu lokal.
Ada tinutuan, bubur khas Manado yang terbuat dari berbagai sayuran.
Ada berbagai olahan pisang, seperti pisang goreng maupun kripik pisang khas dengan sambal ikan laut.
Terpantau, sepanjang jalan memang untuk wisata kuliner. Pemandangannya juga sangat indah.
Saat akhir pekan banyak wisatawan yang datang untuk sekedar melihat pemandangan pantai maupun berlibur dan mandi di pantai.
Wisatawan yang datang dari luar daerah Manado maupun warga setempat.
"Saya dari Gorontalo datang kesini setiap akhir pekan di Sabtu kalau nggak Minggu," kata seorang wisatawan Sam Katili, Sabtu (5/10/2017).
Pria berusia 41 itu mengatakan, di sekitar Pantai Malalayang ini enak dan nyaman suasananya.
Terlihat juga wisatawan datang beserta rombongan keluar dari mobil.
Mereka juga membawa bekal makanan sambil menikmati suasana Pantai Malalayang.
Berjalan memasuki pesisir pantai bersama tim tribunmanado.co.id mencoba merasakan semilir hembusan angin laut.
Diiringi hembusan angin laut yang menerpa, kami berjalan melewati bebatuan di pantai tersebut.
Meskipun bukan pantai berpasir putih, pantai ini memiliki pesonanya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ingin-bersantai-pantai-malalayang-jadi-alternatif-ada-wisata-pantai-dan-kuliner-454.jpg)