Sulut Maju

ODSK Utus Tim Bantu Pengungsi Warga Kawanua Terdampak Kerusuhan, Hari Ini Masuk Wamena

ISTIMEWA
ODSK Utus Tim Bantu Pengungsi Warga Kawanua Terdampak Kerusuhan, Hari Ini Masuk Wamena 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengutus Tim meninjau sekaligus membawa bantuan kepada korban yang mengungsi di Wamena, Papua. 

Tim Pemprov yang terdiri dari Kepala Badan Bencana Daerah Joy Oroh, Kepala Badan Kesbang  Meiki Onibala dan Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong bersama Pejabat dari Dinas Sosial. 

Setelah tiba Jumat (04/10/2019), tim mengunjungi pengungsi di Kehiran, Sentani.

Rencananya Sabtu (05/10/2019) tim akan masuk ke Dentani.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan, Tim Pemprov Sulut telah bertemu warga Sulut yang terdampak kerusuhan

"Tim sudah bertemu dengan saudara-saudara kita yang terdampak kerusuhan Wamena, puji Tuhan warga Kawanua dalam keadaan sehat," kata Steven Kandouw.

Tim Pemprov tiba di Papua dijemput oleh para pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di Papua bersama dengan ormas adat Minahasa dan langsung diarahkan menuju lokasi pengungsian di Dunlop Sentani.

"Rencananya tim akan masuk ke daerah Wamena, mari kita doakan bersama agar semua rencana bisa berjalan baik, sehingga warga kawanua kembali bisa memiliki rasa aman," ungkap Mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Dari laporan tim, ada sekitar 75 orang pengungsi di tempat di Kehiran, Sentani.

Pemprov Sulut berdialog untuk mendapatkan masukan secara langsung hal apa yang dibutuhkan, dan menyentuh langsung kebutuhan para pengungsi.

Dari dialog yang dilakukan ternyata yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya para pengungsi yang masih berada di Wamena untuk keluar.

Masalanya masih banyak pengungsi yang menunggu, kemudian makanan dan pakaian serta kebutuhan untuk pulang ke Manado karena merasa tidak kondusif lagi untuk tinggal di Wamena. 

Masukan tersebut ditampung dan di diskusikan untuk kemudian akan ditindaklanjuti.

Di samping pengungsi yang ditampung saat ini, juga banyak pengungsi yang ditampung langsung oleh keluarga masing – masing, bahkan ada yang sudah melanjutkan perjalanan pulang ke Manado.

Kerusuhan Wamena yang terjadi berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/09/2019).

Demonstran bersikap anarkis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang.

(Tribunmanado.co.id/Ryo Noor)

BERITA TERPOPULER :

Baca: Makin Rumit Masalah dengan Attta Halilintar, Bebby Fey Kedapatan Beradegan Tak Pantas bersama Pria

Baca: Mantan Kapolri Ini Tolak Tawaran jadi Menteri Jokowi hingga Dubes, Karena Ingin Bebas Merdeka

Baca: Kisah Miris Pabrik Bayi, Wanita Diculik, Dirudapaksa, Hamil, Hingga Anaknya Dijual Rp 12 Juta

TONTON JUGA :