Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Facebook Nyatakan Telah Menghapus Laman, Grup dan Akun di Indonesia dan Tiga Negara Lainnya

Banyak laman, grup, hingga akun yang telah dihapus Facebook. Ada beberapa negara salah satunya Indonesia. ada Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria

Tayang:
Via Kompas.com (Ist)
Ilustrasi Facebook 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak laman, grup, hingga akun yang telah dihapus Facebook. Ada beberapa negara salah satunya Indonesia. Kemudian ada Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria.

Facebook menyatakan telah menghapus laman, grup, hingga akun karena "perilaku tak otentik terkoordinasi".

Khusus di Indonesia melibatkan jaringan lebih dari 100 akun palsu di Facebook maupun Instagram berisi unggahan konten dalam bahasa Indonesia dan Inggris megenai Papua Barat.

Dilansir Reuters Jumat (4/10/2019), unggahan itu berisi dukungan maupun kritikan bagi pergerakan kemerdekaan Papua Barat, dan aktif di wilayah paling bergolak di Papua.

"Jaringan laman ini sepertinya didesain untuk menyerupai media lokal atau organisasi advokasi," terang David Agranovich, dari Facebook’s Global Lead for Threat Disruption.

Bersama timnya, mereka memantau Indonesia terutama meningkatnya ketegangan di Papua, dan melacak akun palsu yang bakal menggiring orang dan menyebarluaskan konten ke perusahaan media bernama InsightID.

Sejak akhir Agustus, Papua dilanda kerusuhan dan aksi protes yang memanas pada September, di mana 33 orang tewas dalam kerusuhan di Wamena.

Baca: Sejarah Panjang TNI, Dibentuk untuk Jaga Kedaulatan Indonesia, Sempat Tak Disetujui Soekarno

Baca: Sebut Banyak Pria Sedang Dekati Luna Maya, Raffi Ahmad: Dia Lagi Pusing

Baca: Pasukan TNI Lengkap Seragam Hitam Ajak Warga Berjoget Dengan Alunan Musik Entah Apa Yang Merasukimu

Facebook Tribun Manado :

Peneliti pada September telah memperingatkan terdapat peningkatan akun palsu soal Papua di Facebook dan Twitter, di mana ada yang mengunggah konten pro-pemerintah.

Agranovich melanjutkan, Facebook juga menghapus akun palsu yang berhubungan dengan jaringan di Timur Tengah dan Afrika.

Satu, menurut Facebook, berbasis di Mesir, namun beroperasi di hampir seluruh wilayah dengan mengunggah konten mendukung Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir.

Jaringan akun palsu itu juga mengkritik Iran, Qatar, Turki, hingga pergerakan separatis di Yaman. Dia menjelaskan operasi akun palsu itu menyamar sebagai media di negara yang jadi basis operasi mereka, dan memperkuat konten yang mereka unggah.

Facebook menemukan bukti sejumlah laman sudah dibeli dengan pemiliknya yang terus berganti, begitu juga ada laman yang berhubungan dengan harian Mesir El Fagr, yan dikenal karena "kontennya yang sensasional".

Sebagai hasil dari investigasi tersebut, Facebook memtuskan untuk menghapus laman resmi El Fagr dari platform mereka.

Reuters yang mencoba meminta konfirmasi belum mendapatkan komentar.

Baca: Polisi Tangkap Tersangka Prostitusi Online via Aplikasi Smartphone, Warga Sering Lihat di Bawah Umur

Baca: Kejuaraan Dunia Junior 2019 - Indonesia Akan Bertemu China Pada Babak Final

Baca: Inilah Hal Mencurigakan saat Marc Marquez Latihan di MotoGP Thailand 2019

Instagram Tribun Manado :

Kemudian jaringan ketiga bermuara pada tiga firma pemasaran di UEA, Mesir, dan Nigeria, melibatkan akun palsu yang menyebarkan konten bertopik aktivitas UEA di Yaman, atau perjanjian nuklir Iran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved