Editorial Tribun Manado

Pendekatan Kognitif bagi Siswa

Kematian Vanly memang mengejutkan karena pemberian hukuman secara fisik masih diberlakukan dewasa saat ini di sekolah.

Pendekatan Kognitif bagi Siswa
Tribun Manado / Mochammad Ade Pamungkas
Suasana di Rumah Duka Korban Vanly Lahangide 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kematian Vanly Lahingide (14), siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Kota Manado, mengejutkan dunia pendidikan.

Vanly meninggal diduga setelah kelelahan dihukum lari keliling lapangan oleh guru piket berinisial CS (58) karena terlambat ke sekolah, Senin (1/10/2019). Vanly dihukum bersama siswa lainnya.

"Setiap siswa terlambat ada sanksi. Jadi pada pagi tadi, Fanly terlambat ke sekolah dan diberi sanksi oleh oknum guru," ujar Kepala SMP Kristen 46 Mapenget Barat Selmi Ramber.

Dokter James Allan Rarung SpOG menyebut kematian korban bisa beberapa kemungkinan.

"Kemungkinan dia sudah ada penyakit berat yang belum terdeteksi sebelumnya. Kemudian, penyakit itu kambuh tiba-tiba karena dipicu oleh aktivitas fisik yang melelahkan. Lari itu bisa jadi pemicunya," jelasnya.

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil keterangan oknum guru piket tersebut karena kesehatannya.

"Anggota saya sudah pergi mengecek di rumahnya, kondisi kesehatan oknum guru belum stabil," bebernya.

Anggota DPRD Kota Manado Hengky Noch Kawalo mengkritisi tindakan hukuman dari guru yang sudah melebihi batas.

"Paling tidak kalau ada pembelajaran bagi anak didik, apalagi siswa kalau ada pelanggaran ada sanksi tidak ke arah fisik, karena guru juga tidak tahu sampai sejauh mana ketahanan fisik dari setiap murid," ujarnya.

Ia menambahkan, ada sanksi administrasi bagi siswa dengan diberi tambahan pelajaran.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved