Siswa Tewas Usai Diganjar Guru

Ini Alasan Polisi Belum Bisa Periksa Oknum Guru yang Beri Ganjaran Berujung Maut

Selain ayah dari korban, penyidik Polsek Mapanget juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima siswa teman dari korban.

Ini Alasan Polisi Belum Bisa Periksa Oknum Guru yang Beri Ganjaran Berujung Maut
Tribun Manado / Jufry Mantak
Siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Fanly Lahingide (14) Warga Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan VIII, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, meninggal dunia, Selasa (1/10/2019) tadi, setelah dirinya diberi ganjaran lari memutari lapangan sekolah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Polsek Mapanget telah melakukan pemeriksaan terhadap ayah dari Fanly Lahingide yakni Joni Lahingde terkait laporannya ke Polsek Mapanget, Selasa (1/10/2019) kemarin, dimana anaknya Fanly meninggal setelah dihukum berdiri diterik matahari setelah itu disiruh lari memutari lapangan sekolah SMP Kristen 46 Mapanget Barat oleh oknum guru berinisial CS (58).

Selain ayah dari korban, penyidik Polsek Mapanget juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima siswa teman dari korban serta satu orang guru SMP Kristen 46 Mapanget Barat.

Hal itu dijelaskan Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, ke awak media Rabu (2/10/2019) tadi saat dijumpai di kantor Mapolsek Mapanget.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, sementara ayah korban sudah kami ambil keterangan," ujar Kapolsek.

Lanjutnya, untuk oknum guru, sampai sekarang belum bisa kami ambilkan keterangan.

"Anggota saya sudah pergi mengecek di rumahnya, namun kondisi kesehatan oknum guru yang menyuruh korban untuk lari memutari lapangan sekolah belum stabil," bebernya.

Katanya, ada aturannya juga kita memeriksa seseorang. Kalau sedang sakit kami tidak bisa melakukan pemeriksaan, terkecuali ada keterangan dari dokter bahwa yang bersangkutan sehat, bisa dilakukan pemeriksaan.

"Dalam pemeriksaan awal yang ditanya apa yang bersangkutan sehat untuk diambil keterangan. Kalau yang bersangkutan sakit, kami tidak bisa mengambilkan keterangan," kata Kapolsek.

Lanjutnya, namun pihaknya akan terus melakukan proses lanjut kasus ini.

"Tetap kasusnya jalan dan pihaknya terus mendalami kasus ini," tegas Kapolsek.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, lima orang siswa dengan menggunakan seragam SMP masuk ke ruang penyidik untuk diambilkan keterangan. (Juf)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved