Siswa Tewas Usai Diganjar Guru

Betran yang Ikut Lari Keliling Lapangan Ceritakan Detik-detik Meninggalnya Fanly

Detik-detik sebelum meninggalnya Fanly Lahingide diceritakan temannya yang ikut kena ganjaran lari keliling lapangan sekolah.

Betran yang Ikut Lari Keliling Lapangan Ceritakan Detik-detik Meninggalnya Fanly
kolasetribunmanado/Facebook Maz Jarwo
Fanly Lahingide 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Biasanya rumah Fanly Lahingide yang terletak di Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan VIII, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, ramai dengan teman-temannya yang bermain dengannya.

Rabu (2/10/2019) tadi, suasana berubah total. Teman-teman dari siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat ini datang di rumah Fanly bukan untuk bermain, namun mengikuti ibadah penghiburan atas meninggalnya teman mereka Fanly.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, teman-teman dari almarhum Fanly antusias mendatangi rumah duka untuk mengikuti ibadah penghiburan.

Salah satu rekan korban bernama Betran (14), warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, mengatakan bahwa Fanly adalah orang pendiam di sekolah.

"Dia orang yang baik, di sekolah dia orangnya diam, tidak nakal," kata Kasenda ke awak media, Rabu (2/10/2019) tadi.

Dia juga menceritakan kronologis kejadian saat korban dan dirinya serta beberapa teman mereka disuruh lari oleh oknum guru.

"Jadi waktu itu kami terlambat ke sekolah, dan dipanggil nama-nama kami oleh mem," ujrnya.

Lanjutnya, setelah itu, dia dan korban serta beberapa temannya yang dipanggil disuruh berdiri di lapangan.

"Sekitar 15 menit disuruh berdiri, Fanly mengatakan bahwa dirinya sudah rasa pusing," ucapnya.

Tambahnya, tidak lama kemudian oknum guru berinisial CS (58) menyuruh kami untuk berlari memutari lapangan sebanyak 20 kali.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved