AZ Alkmaar vs Manchester United Tantangan di Rumput Palsu
Manchester United (MU) punya satu masalah besar saat bermain tandang kontra AZ Alkmaar pada matchday ke-2 Grup L Liga Eropa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Musim ini MU baru mengumpulkan 9 angka dari 7 laga yang sudah berjalan. Dengan jumlah poin tersebut, mereka terpuruk di peringkat 10 klasemen Premier League, tertinggal 12 poin dari Liverpool di puncak klasemen.
Solskjaer sendiri masih percaya diri bisa membuat MU menjadi lebih baik. ”Kami baru mulai membangun dan kami mulai membaik,” katanya seperti dilansir Sky Sports, Selasa (1/10). Selain itu, manajemen klub juga masih mempercayainya, termasuk Wakil Ketua Eksekutif MU Ed Woodward, sosok di balik pemecatan Mourinho.
Kendati demikian, Solskjaer tetap tak bisa tenang. AZ Alkmaar adalah ujian berat yang harus mereka lewati. Meski pada laga perdana Grup L Liga Europa 2019/20 Setan Merah memang berhasil merebut poin penuh ketika mengalahkan klub Kazakhstan Astana 1-0 di Old Trafford, namun tantangan di laga kedua melawan AZ Alkmaar ini dipastikan akan makin berat.
Bagi AZ Alkmaar, laga ini jadi kesempatan unjuk gigi dan menghancurkan MU yang sedang lemah. Kebetulan, tim besutan Arne Slot itu tengah berada dalam momentum bagus. Mereka tak terkalahkan di lima laga terakhir di seluruh kompetisi. Dari lima laga itu, mereka meraih empat kemenangan di Liga Belanda dan satu hasil imbang di Europa League.
Baca: Surya Paloh Tertawa Tanggapi Sikap Megawati
Melihat statistik tersebut, Alkmaar jelas jadi ancaman serius bagi MU. Apalagi, ada dua pemain Alkmaar yang punya pengalaman bermain di Inggris; Ron Vlaar dan Jordie Clasie. Vlaar pernah bermain di Aston Villa, sementara Clasie di Southampton. Pengalaman keduanya bisa jadi modal berharga untuk Alkmaar.
Di sisi lain MU masih belum menemukan konsistensi bermain di bawah asuhan Solskjaer. Taring MU di lini depan ompong, meski dari segi defensif sudah memperlihatkan perkembangan.
Namun Solskjaer tetap yakin dengan timnya kendati melewati kampanye musim baru dengan awal terburuk. ”Ada banyak hal yang memberi saya banyak kepercayaan. Kita bisa berbicara tentang kinerja, itu yang terpenting. Anda dapat berbicara tentang hasil, saya dapat berbicara tentang enam pemain yang tampil mengesankan,” kata mantan pelatih Molde itu.(tribunnews/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mason-greenwood-dan-ole-gunnar-solskjr-123.jpg)