Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Satu Mahasiswa Tewas saat Diksar, Korban Lain Ada yang Dipukul, Ditampar, hingga Merayap Tanpa Baju

Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung tewas saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar)

Tayang:
Editor: David_Kusuma
Tribun Lampung/Didik
Mahasiswa FISIP Unila meninggal dunia saat ikuti diksar pencinta alam pada Minggu (29/9/2019). Korban diduga dipukuli oleh seniornya saat pelatihan. 

Satu Mahasiswa Tewas saat Diksar, Korban Lain Ada yang Dipukul, Ditampar, hingga Merayap Tanpa Baju

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung tewas saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar).

Diksa ini dilangsungkan UKM pecinta alam Cakrawala FISIP.

Tak hanya Aga, ada juga korban lain dalam diksar tersebut.

Di antaranya Muhammad Aldi Darmawan (18) dan Fans Salsa Romando (19) yang dirawat di rumah sakit.

Dikutip Tribunmanado.co.id dari TribunWow.com, Selasa (1/10/2019), Aldi mengaku dirinya dianiaya senior, mulai dari dipukul, ditampar, hingga dipaksa merayap tanpa baju.

Aldi kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung, sementara Fans dirawat di RS Bintang Amin, Bandar Lampung.

POPULER

> Kisah Cinta Ibrahim Assegaf dan Najwa Shihab, Sampai Diancam Quraish Shihab: Kamu harus Lulus Dulu

> Kapolri Lantik Tiga Kapolda: Alasan Paulus Waterpauw Balik ke Papua

> Sosok Letjen Sarwo Edhie Wibowo, Sang Penumpas PKI Dekat dengan Ahmad Yani, Mertua SBY

Saat ditemui pada Senin (30/9/2019), Aldi terbaring lemah di ranjang ruang 1E RS Bhayangkara ditemani kedua orangtuanya, Suparjiyono dan Komsatinah.

Komsatinah menyebut, anak bungsunya dari tiga bersaudara ini mengaku telah dianiaya oleh para seniornya selama diksar.

Aldi mengaku kepada ibunya bahwa perutnya dipukul berkali-kali dan pipinya juga ditampar berulang kali.

Tak hanya itu, Aldi dan kawan-kawnanya dipaksa untuk merayap tanpa baju.

Akibat hal itu, bagian perut Aldi terdapat banyak luka.

Komsatinah menyebut ia sebenarnya tidak mengizinkan Aldi untuk menjalani diksar.

Namun Aldi tetap memaksakan diri untuk tetap ikut diksar.

PILIHAN EDITOR

> Soe Hok Gie, Tentang 80 Ribu Tapol PKI: Kita Tidaklah Lebih Baik dari Pemerintah Hindia Belanda

> Kenapa Mobil Listrik Deddy Corbuzier Kebal Aturan Ganjil Genap di Jakarta?

> Proses Evakuasi Jenazah 6 Jenderal &1 Letnan Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Ini Kesaksian KKO AL

Diketahui, diksar diadakan di Desa Cikoak, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung sejak Rabu (25/9/2019)-Minggu (29/9/2019).

Dilansir TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Lampung TV, Senin (30/9/2019) Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Z. Pandra Arsyad membenarkan peristiwa ini.

Informasi ini diterima Polda Lampung dari Polres Pesawaran.

"Pihak kepolisian menerima informasi ini kami berdasarkan konfirmasi dari Kapolres Pesawaran AKBP Popon, bahwa informasi tersebut diperoleh yaitu pada hari Senin tanggal 30 September 2019," ujar Pandra.

Kini pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab pasti kematian Aga.

"Dan saat ini pihak dari kepolisian tentunya melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap mengapa korban atau mahasiswa ini sampai meninggal dunia," kata Pandra.

"Mungkin pendidikan dasar ini untuk membentuk karakter dan juga dalam rangka untuk kebersamaan," imbuhnya.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO

Pihak kepolisian akan meminta keterangan dari saksi di antaranya keluarga korban dan pihak panitia diksar.

"Tentu pihak kepolisian dalam hal ini nantinya akan meminta keterangan baik dari keluarga korban, dan juga dari pihak panitia," terang Pandra.

Pandra mengingatkan bahwa seharusnya kegiatan apalagi yang berhubungan dengan masyarakat harusnya meminta izin pihak kepolisian.

Hal ini ditujukan agar ada pengawasan dari pihak kepolisian.

"Kegiatan bersifat kegiatan kemasyarakatan atau pun kegiatan apa pun juga haruslah memberitahukan pihak kepolisian," ucap Pandra.

"Tujuannya adalah bagaimana biar pihak kepolisian bisa memonitor apabila terjadi sesuatu."

Pihak kepolisian juga menyelidiki kediaman mahasiswa FISIP jurusan Sosiologi angkatan 2019 ini untuk mencari penyebab kematiannya.

KABAR ARTIS

> Potret Pesona Ashanty Pakai Dress Transparan Bertabur Emblishment, Curi Perhatian!

> Vanessa Angel Dapat Ceramah Online Karena Pakai Bikini, Balas Komentar Warganet Dengan Pesan Menohok

> Syahrini Asyik Maju-Mundur di Tokyo, Celana Ketatnya Jadi Sorotan!

Diberitakan Kompas.com, Senin (10/1/2019), AKBP Popon menyebut pihaknya sudah mendatangi kediaman Aga.

Petugas kepolisian mengidentifikasi jenazah anak pasangan Denny Muhtadin (53) dan Rosdiana (52) ini.

Popon menyebut saat ini kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum lantaran pihak keluarga enggan dilakukan autopsi.

“Kita kan inginnya autopsi. Tapi pihak keluarga menolak untuk diautopsi,” kata Popon, Senin (30/9/2019) malam.

Dari hasil identifikasi sementara, terdapat beberapa luka lebam pada jenazah Aga.

Namun penyebab lebam tersebut belum bisa dipastikan, antara lebam sepert jenazah pada umumnya atau lebam akibat kekerasan.

“Itu masih dugaan, kami masih menunggu hasil visum. Kami akan mendalami kasus ini,” ucap Popon.

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Sementara itu, kedua orangtua Aga mengaku sudah mengikhlaskan kematian buah hati mereka.

Meski menolak diautopsi, pihak keluarga menuntut agar kasus ini segera diusut tuntas.

Pengurus UKM Cakrawala Shyntia Claudia menyebut pelaksanaan diksar sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya.

Kegiatan diksar berkisar antara pelatihan mental serta fisik.

“Kegiatan fisik seperti push up. Kegiatan ini sudah sesuai standar diksar pecinta alam lainnya, tujuannya agar bisa menghadapi dan beradaptasi terhadap kondisi alam,” katanya.

Alumnus UKM Cakrawala, Perdiansyah menyebut Aga sempat pingsan selama mengikuti diksar.

Sama seperti Shyntia, Perdiansyah juga berpendapat kegiatan diksar sudah sesuai dengan prosedur, termasuk dalam penanganan medis.

LIKE FACEBOOK TRIBUN MANADO

SULUT UNITED

> Sulut United Store Dibuka, Jual Jersey hingga Topi, Berikut Daftar Harganya

> Berhasil Kalahkan Persis, Sulut United Naik ke Peringkat 9 Klasemen, Harapan Jauhi Zona Degradasi

> Gol Gusti Sandria Bawa Sulut United Raih Kemenangan Penting Atas Persis Solo

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul "1 Mahasiswa Unila Tewas saat Diksar, Korban Lain Ngaku Dipukul, Ditampar, hingga Merayap Tanpa Baju"

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved