Kapolri Lantik Tiga Kapolda: Alasan Paulus Waterpauw Balik ke Papua

Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpaw kembali menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua. Paulus akan memprioritaskan

Kapolri Lantik Tiga Kapolda: Alasan Paulus Waterpauw Balik ke Papua
kompas.com
Paulus Waterpauw 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpaw kembali menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua. Paulus akan memprioritaskan upaya pertolongan kepada para pengungsi untuk mengatasi konflik di Wamena.

Baca: Tiga Orang Kemenpora Ditanya Aliran Suap ke Imam Nahrawi

Paulus Waterpaw menggantikan Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja. Upara serah terima jabatan dilakukan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/9).

Paulus sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Rudolf kini mengemban tugas sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri.

Paulus Waterpaw pernah bertugas di Papua dan Papua Barat. Dia pernah menjabat sebagai Wakapolda Papua pada rentang Oktober 2011 sampai Desember 2014, lalu menjadi Kapolda Papua Barat sejak Desember 2014 sampai Juli 2015. Paulus kemudian menjabat sebagai Kapolda Papua sejak Juli 2015 sampai April 2017.

Dia akan mempriroritaskan upaya pertolongan kepada para pengungsi di Wamena. Menurut dia sejumlah pengungsi juga menjadi korban kerusuhan di Wamena.

"Yang pertama kita harus coba selesaikan, rampungkan dulu korban-korban, mulai dari yang sakit. Kemudian yang meninggal dunia sudah bisa dibantu," ujar Paulus setelah upacara serah terima jabatan.

Baca: Puluhan Napi Wanita Kabur: Diduga Sengaja Dibakar

Menurut Paulus cara membantu pengungsi yang masih berada di Wawena atau yang telah mengungsi ke Jayapura adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan yang lain.

Dia juga mengatakan akan melanjutkan upaya rekonsiliasi dan rehabilitasi di Papua. Paulus juga akan mencoba membangun sinergitas dengan semua pihak terkait. Menurutnya kemampuan Polri juga terbatas dalam menghadapi situasi seperti di Papua saat ini.

"Diperlukan bantuan dari semua pihak, terutama para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan Pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang ada," kata Paulus.

Selain melantik kepala kepolisian daerah Papua yang baru, Kapolri Tito Karnavian juga melantik kepala kepolisian daerah Riau dan Sulawesi Tenggara yang baru. Mutasi tiga kepala kepolisian daerah itu tertuang dalam surat bernomor ST/2569/IX./KEP/2019 tertanggal 27 September 2019.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN). Posisi itu kini diemban oleh Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto dimutasi menjadi Irwil III Itwasum Polri. Sebagai pengganti Iriyanto, Tito Karnavian menunjuk Brigjen Pol Merdisyam yang sebelumnya menjabat sebagai Dirsosbud Baintelkam Polri.

Baca: Ketua MK Sebut Mahasiswa Mendahului Tuhan

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Merdisyam mengatakan kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari dalam unjuk rasa beberapa hari lalu sudah sampai pada tingkat penyelidikan. Menurut Merdisyam investigasi terhadap tewasnya dua mahasiswa itu berada di bawah kendali Polri.

Merdisyan menegaskan pihaknya mengedepankan azas praduga tak bersalah secara hukum. Selain itu proses penyelidikan kasus ini dilakukan secara transparan.

"Untuk hasilnya tim yang akan menyampaikan. Paling penting adalah bagaimana kita berupaya mengungkap permasalahan ini secara jelas sehingga masyarakat akan jelas," kata dia. (Tribun Network/dit)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved